Jika Terjadi Kebakaran di Gedung Bertingkat, Ini yang Harus Dilakukan

Kompas.com - 26/04/2019, 16:30 WIB
Simulasi evakuasi korban kebakaran di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (26/4/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEASimulasi evakuasi korban kebakaran di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap pengelola gedung bertingkat seharusnya memiliki persiapan untuk menghadapi bencana kebakaran yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Persiapan tersebut menyangkut pembentukan tim penanganan dan ketersediaan peralatan standar yang bisa berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Kepala Peleton Grup A Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Jakarta Selatan Sri Widodo mengatakan, setiap gedung bertingkat harus memiliki tim manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG).

“Tiap gedung bertingkat wajib membentuk MKKG. Tim ini bertugas mengevakuasi, memadamkan kebakaran, dan mengatur semua penghuni gedung di titik kumpul yang sudah ditentukan,” ujar Widodo kepada Kompas.com, Jumat (26/4/2019).

Saat terjadi kebakaran, lanjutnya, masing-masing tim itu melakukan tugasnya sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang telah ditentukan dan dibantu oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran di wilayahnya.

Baca juga: Cegah Kebakaran, Pemerintah Periksa Gedung Bertingkat di Jakarta

Dalam mengevakuasi para penghuni di suatu gedung, tim evakuasi harus menggunakan tangga darurat yang ada dan nantinya mereka dikumpulkan di satu titik kumpul (assembly point) yang ada di ruang terbuka di luar gedung.

“Biasanya gedung-gedung tinggi punya dua tangga, di wing kanan dan kiri. Tim evakuasi harus mengatur sesuai SOP. Mereka harus menggunakan tangga darurat untuk berkumpul di assembly point,” ucap Widodo.

Simulasi evakuasi korban kebakaran di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (26/4/2019).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Simulasi evakuasi korban kebakaran di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Kemudian, tim pemadam kebakaran bertugas memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) atau fire extinguisher dan hidran.

Selagi tim memadamkan api, pengelola gedung harus memberi kabar kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran setempat agar bisa membantu pemadaman api dengan kemampuan dan peralatan yang lebih memadai.

“Harus ada orang yang kasih tahu Dinas Penanggulangan Kebakaran. Lalu tim akan datang untuk memadamkan api,” imbuhnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X