Kompas.com - 09/04/2019, 21:34 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki hadimuljono memberikan sambutan pencanangan pembangunan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau, Selasa (9/4/2019). Hari Susiyanto/Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki hadimuljono memberikan sambutan pencanangan pembangunan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau, Selasa (9/4/2019).

"Delivery cost menjadi pasti dan bisa dihitung. Sehingga mereka tidak perlu memindahkan pabriknya, sebagai vendor, ke perusahaan-perusahaan di Karawang, misalnya. Ada efisiensi biaya dan waktu tempuh," sebut dia.

Hal senada dikatakan Kepala BPJT Danang Parikesit. Menurutnya efisiensi waktu, prospek investasi, dan biaya pengeluaran, terutama untuk kendaraan logistik menjadi pasti, dan dapat dihitung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menuturkan, kehadiran tol di koridor Palembang-Bengkulu akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semula 4 jam menjadi 1,5-2 jam.

"Sementara Palembang-Bengkulu bisa ditempuh hanya 4 jam," sebut Danang.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengharapkan keberadaan Tol Palembang-Bengkulu akan lebih membuka potensi ekonomi perkebunan, pertanian, pertambangan dan pariwisata.

“Pembangunan tol ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Tol akan memperlancar konektivitas, sebelum truk batubara dilarang melintas di jalan umum, waktu tempuh Palembang-Muara Enim bahkan mencapai 12 jam,” ucap Herman.

Koridor Palembang-Bengkulu merupakan koridor pendukung Jalan Tol Trans-Sumatera. PT Hutama Karya (Persero) ditunjuk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 117 Tahun 2015.

Dalam perpres tersebut pemerintah memberikan penugasan kepada HK untuk menggarap Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang 2.952 kilometer.

Merujuk data Kementerian PUPR, Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau yang dirancang sepanjang 329,3 kilometer merupakan perluasan dari Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya yang membentang 22 kilometer dan sudah beroperasi.

Tol ini dilengkapi 6 buah simpang susun yang mencakup Simpang Indralaya, Prabumulih, Muara Enim, Lahat/Marapi, Musi Rawas, dan Lubuk Linggau.

Adapun investasi yang dibutuhkan senilai Rp 47,9 triliun dengan masa konsesi 40 tahun.

Konstruksinya dijadwalkan selesai pada Desember 2022 dan operasionalisasi dua bulan setelahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.