Tahun 2023, Palembang-Bengkulu Lewat Tol Cukup 4 Jam

Kompas.com - 09/04/2019, 21:34 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba kendraan proyek sebagai tanda dimulainya pembangunan Tol Muara Enim-Sp Indralaya-Lubuk Linggau, Selasa (9/4/2019)Kompas.com/HILDA B ALEXANDER Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba kendraan proyek sebagai tanda dimulainya pembangunan Tol Muara Enim-Sp Indralaya-Lubuk Linggau, Selasa (9/4/2019)

MUARA ENIM, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur konektivitas di koridor Palembang-Bengkulu yang mencakup Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya, Tol Simpang Indralaya-Muara Enim, Tol Muara Enim-Lubuk Linggau, dan Tol Lubuk Linggau-Bengkulu, dipercepat.

Hal ini ditandai dengan pendandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan pencanangan konstruksi dua jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim, dan Muara Enim-Lubuk Linggau, pada Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya, PPJT Tol Lubuk Linggau-Bengkulu sepanjang 95,8 kilometer telah ditandatangani oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo pada Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Konstruksi Dua Sirip Tol Trans-Sumatera Resmi Dicanangkan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan tol dengan panjang 351,3 kilometer ini disegerakan karena merupakan siripnya Jalan Tol Trans-Sumatera.

Jika koridor Palembang-Bengkulu tersambung pada 2023 nanti, maka manfaatnya akan semakin signifikan bagi masyarakat karena ruas tol lainnya yang juga sepanjang 350 kilometer yakni Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, tersambung seluruhnya pada Juni 2019.

"Tol ini akan benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal," kata Basuki.

Aspal campuran karet akan digunakan sebagai pelapis jalan tol koridor Palembang-Bengkulu.Hari Susiyanto/Kementerian PUPR Aspal campuran karet akan digunakan sebagai pelapis jalan tol koridor Palembang-Bengkulu.
Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten dapat mendukung pelaksanaan pembangunan jalan tol, terutama dalam hal pembebasan lahan.

Pasalnya, kehadiran tol ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi eksisting, terutama kawasan-kawasan industri yang dilintasi, serta munculnya pertumbuhan ekonomi baru.

"Ini tujuan utamanya. Tidak ada gunanya jalan tol kalau cuma lewat. Tapi harus dimanfaatkan oleh kawasan-kawasan di sekitarnya, termasuk industri," terang Basuki.

Dia mencontohkan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya Jalan Tol Trans-Jawa.

"Delivery cost menjadi pasti dan bisa dihitung. Sehingga mereka tidak perlu memindahkan pabriknya, sebagai vendor, ke perusahaan-perusahaan di Karawang, misalnya. Ada efisiensi biaya dan waktu tempuh," sebut dia.

Hal senada dikatakan Kepala BPJT Danang Parikesit. Menurutnya efisiensi waktu, prospek investasi, dan biaya pengeluaran, terutama untuk kendaraan logistik menjadi pasti, dan dapat dihitung.

Dia menuturkan, kehadiran tol di koridor Palembang-Bengkulu akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semula 4 jam menjadi 1,5-2 jam.

"Sementara Palembang-Bengkulu bisa ditempuh hanya 4 jam," sebut Danang.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X