Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Bersejarah Iran Direkonstruksi

Kompas.com, 28 Maret 2019, 21:47 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Isfahan merupakan kota penting dan bersejarah di Iran. Selain itu, wilayah ini merupakan ibu kota penting di era dinasti Safavid.

Sebagai salah satu kota di Iran, Isfahan memiliki banyak tempat bersejarah, salah satunya adalah istana Ayine Kahaneh atau The Mirror Palace.

Namun sayang, bangunan istana pernah dihancurkan oleh gubernur Isfahan, Zello Soltan pada 1891.

-Noor Art & Architecture Studio -
Melansir Arch Daily, Kamis (28/3/2019), untuk itu, firma Noor Art & Architecture Studio tengah menyelesaikan rekonstruksi Palace di Isfahan, Iran.

Baca juga: Mengintip Pasar Badung yang Disebut Jokowi Punya Arsitektur Terbaik

Hingga saat ini, proses rekonstruksi baru sampai tahap gambar digital. 

Berdasarkan catatan sejarah dan dokumen tertulis, proyek ini merupakan salah satu rekostruksi bangunan paling penting di Isfahan.

Rekonstruksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang bangunan era Safavid dan arsitektur asli Persia.

Selama periode ini, proyek gedung-gedung besar dan penting banyak dibangun, termasuk istana, jembatan, dan masjid.

Ayine Khaneh Palace merupakan proyek terpenting dari restorasi di negara ini yang dibangun oleh Shah Sao dan Shah Abbas pada abad ke-16.

Bangunan istana ini berdiri di tepi Sungai Zayandehrood serta berada di tengah taman Saa'dat Abad.

-Noor Art & Architecture Studio -
Proyek rekonstruksi ini berjalan berdasarkan tiga sumber yakni dokumen berupa gambar seperti sketsa dan lukisan karya arsitek Perancis Eugene Flandin dan Pascal Coste pada 1840.

Selain itu, sumber dokumen gambar juga didapatkan dari fotografer Jerman, Ernst Hoeltzer sesaat sebelum penghancuran istana. Sumber kedua yang digunakan yaitu dokumen tertulis oleh sejarawan Persia dan Eropa.

-Noor Art & Architecture Studio -
Terakhir tim rekonstruksi menggunakan data dari arsitektur dan bangunan yang dibangun pada saat bersamaan, seperti istana Chehe Sotoun, Ali Ghapou, Hasht Behest, dan Ashraf Hall.

Berdasarkan deskripsi para sejarawan, bentuk bangunan istana sama seperti istana Chehel Sotoun.

The Mirror Palace digambarkan memiliki 18 tiang utama atau kolom sementara dindingnya didekorasi dengan kaca dan lukisan.

Selain itu, sejarawan juga mengatakan, dinding istana terbuat dari bahan marmer.

Lebh lanjut di dalam istana terdapat kolam renang marmer yang dilengkapi air mancur dengan empat patung singa di atasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau