Mengintip Pasar Badung yang Disebut Jokowi Punya Arsitektur Terbaik

Kompas.com - 23/03/2019, 14:55 WIB
Mahasiswa melukis mural pada tembok Pasar Badung menjelang diresmikan di Denpasar, Bali, Kamis (21/3/2019). Pasar tradisional terbesar di Bali tersebut telah selesai pembangunannya kembali setelah musibah kebakaran dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/3/2019).ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO Mahasiswa melukis mural pada tembok Pasar Badung menjelang diresmikan di Denpasar, Bali, Kamis (21/3/2019). Pasar tradisional terbesar di Bali tersebut telah selesai pembangunannya kembali setelah musibah kebakaran dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Badung di Denpasar, Bali, telah diresmikan oleh Presiden Jokowi, Jumat (22/3/2019).

Dalam peresmiannya, Jokowi juga memuji arsitektur pasar tersebut. Dia juga menilai, Pasar Badung adalah warisan budaya di Kota Denpasar.

"Kalau dilihat dari depan, saya sudah berkeliling Indonesia, ini adalah pasar dengan arsitektur yang paling bagus yang pernah saya lihat," ujar Jokowi.

Pasar Badung dibangun kembali dengan enam tingkat yang terdiri dari 2 ruang bawah tanah, dan 4 lantai untuk los dan kios.

Pasar BadungTribun Bali/Rizal Fanany Pasar Badung
Ruang bawah tanah 1 dan 2 digunakan untuk lahan parkir dengan daya tampung 42 minibus dan 23 mobil boks. Sementara pada basemen kedua dapat menampung 82 mobil.

Kemudian di lantai dasar terdapat 48 unit los, lantai 1 sebanyak 483 unit los dan lantai 2 menampung 254 unit los dan 145 unit kios.

Sementara untuk lantai paling atas yakni lantai 3 disediakan 254 unit los dan 145 unit kios. Dengan demikian, seluruh los berjumlah 1.450 unit dan kios 290 unit.

Untuk memberi sentuhan akhir, Pasar Badung juga dilengkapi dengan goresan di beberapa titik. Mural-mural tersebut berada di akses masuk dan keluar maupun pada dinding tangga dan lift pasar.

Fasilitas

Wisatawan mengunjungi Pasar Badung, di Kota Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019). Pasar Badung yang direvitalisasi pasca kebakaran pada Februari 2016 tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/3/2019). ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO Wisatawan mengunjungi Pasar Badung, di Kota Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019). Pasar Badung yang direvitalisasi pasca kebakaran pada Februari 2016 tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/3/2019).
Beragam fasilitas turut melengkapi Pasar Badung, mulai dari yang ramah disabilitas dan ramah anak. Melansir Tribun Bali, fasilitas yang disediakan antara lain, eskalator, lift, dan arena bermain anak.

Selain itu juga terdapat sekolah bagi anak pedagang pasar, serta Taman Kumbasari Tukad Badung sebagai inovasi yang dirangkaikan dengan Smart Heritage Market Denpasar.

Melansir Antara, Pasar Badung dilengkapi dengan fasilitas penunjang lain yakni 18 spot WiFi gratis bagi pengunjung dan pedagang.

Diharapkan dengan adanya koneksi internet, para pedagang dapat memanfaatkannya sebagai wahana promosi serta memperkenalkan produk yang dijual.

Presiden Jokowi menyapa pedagang di pasar Badung, Denpasar usai meresmikan pasar terbesar di Bali tersebutKOMPAS.com/ ROBINSON GAMAR Presiden Jokowi menyapa pedagang di pasar Badung, Denpasar usai meresmikan pasar terbesar di Bali tersebut
Dengan demikian, Pasar Badung tak hanya digunakan sebagai sarana pertemuan penjual dan pembeli namun juga dapat menjadi tujuan wisata, rekreasi, dan edukasi dini.

Tak hanya itu, pengunjung pun dimudahkan dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya, seperti timbangan digital.

Fasilitas ini disediakan untuk menjaga transparansi ukuran yang dilakukan pedagang, sehingga tidak merugikan pembeli.

Kemudian ada QR Code di setiap kios yang memfasilitasi pembeli yang ingin melakukan transaksi non-tunai.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X