Penyelesaian Bendungan Sindangheula Terganjal Konsinyasi Lahan

Kompas.com - 15/03/2019, 16:56 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengecek proyek Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang, Banten, Jumat (15/3/2019).Dani Prabowo/Kompas.com Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengecek proyek Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang, Banten, Jumat (15/3/2019).

SERANG, KOMPAS.com - Penyelesaian Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang, Banten, masih terganjal proses pembebasan lahan. Padahal, bangunan fisik dari proyek senilai Rp 436 miliar itu sudah mencapai 98 persen.

"(Sebenarnya) ini sudah selesai. Tinggal 20 hektar lagi daerah genangan yang sedang konsinyasi dari sekitar 150 hektar yang kita bebaskan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada Kompas.com, Jumat (15/3/2019).

Bendungan Sindangheula merupakan satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pemerintah pada era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca juga: Anggaran Infrastruktur Kerakyatan untuk Banten Naik

Pembangunan bendungan ini telah dimulai sejak 2015 dengan kontrak tahun jamak pada APBN 2015-2018 sebesar Rp 427,32 miliar.

Bendungan ini memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai suplai air baku ke Kota Serang dan Kabupaten Serang sebesar 0,80 meter kubik per detik dan suplai air irigasi sebesar 0,80 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan yang memiliki kapasitas tampung air sebesar 9,25 juta meter kubik dan luas genangan 129,5 hektar ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan konservasi alam.

"Ini nanti juga untuk pengendali banjir di daerah hilir Sungai Cibanten," imbuh Basuki.




Close Ads X