MCHE Pasarkan Produk Alarm Kebakaran "Notifier by Honeywell"

Kompas.com - 15/03/2019, 08:00 WIB
President Director PT Pertamina Drilling Service Indonesia Lelin Eprianto, President Director PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih, dan President Director PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata, menjadi pembicara dalam penjelasan mengenai Safety K3, di Jakarta, Kamis (14/3/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comPresident Director PT Pertamina Drilling Service Indonesia Lelin Eprianto, President Director PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih, dan President Director PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata, menjadi pembicara dalam penjelasan mengenai Safety K3, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Honeywell, perusahaan perangkat lunak industri kedirgantaraan,  otomotif, teknologi pengendalian gedung, rumah dan industri, dan material kinerja secara global, tetap optimistis bisnis tahun ini sangat prospektif.

Kendati pun Indonesia memasuki bulan-bulan krusial kampanye dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Kehadiran perusahaan asal Amerika Serikat di Indonesia sejak tahun 1974 ini, membuat produk dan teknologi Honeywell telah menjadi pilihan utama kalangan industri, dan para pekerja terkait.

Jadi, Pilpres 2019 atau perhelatan politik apa pun tidak akan memengaruhi keberlanjutan bisnis ini.

"Mengingat pemerintah juga tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di segala bidang yang tentu saja membutuhkan perangkat keamanan dan keselamatan kerja terintegrasi," tutur Presiden Direktur PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (14/3/2019).

Mengutip riset Bank Dunia 2017, Roy menambahkan, Indonesia adalah salah satu ekonomi dalam lima besar dunia pada 2030 mendatang.

Selain itu, kelas menengah di Indonesia juga terus meningkat jumlahnya dan mereka berkontribusi sangat besar terhadap roda ekonomi.

"Hal inilah yang mendorong kami tetap optimistis," sambung Roy.

PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo (MCHE) selaku distributor Honewell pun berpandangan serupa. Bahkan, target penjualan tahun ini bakal tinggi ketimbang tahun lalu.

Pertumbuhannya sekitar 10 persen hingga 15 persen. Karena permintaan perangkat keamanan dan keselamatan ini tak hanya berasal dari sektor industri manufaktur, juga rumah sakit, dan gedung perkantoran.

"Selain itu, permintaan juga berasal dari pengelola gedung-gedung tinggi yang memiliki kewajiban terhadap sistem keamanan bahaya kebakaran," kata Presiden Direktur PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X