MCHE Pasarkan Produk Alarm Kebakaran "Notifier by Honeywell"

Kompas.com - 15/03/2019, 08:00 WIB
President Director PT Pertamina Drilling Service Indonesia Lelin Eprianto, President Director PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih, dan President Director PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata, menjadi pembicara dalam penjelasan mengenai Safety K3, di Jakarta, Kamis (14/3/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comPresident Director PT Pertamina Drilling Service Indonesia Lelin Eprianto, President Director PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih, dan President Director PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata, menjadi pembicara dalam penjelasan mengenai Safety K3, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

"Selain itu, permintaan juga berasal dari pengelola gedung-gedung tinggi yang memiliki kewajiban terhadap sistem keamanan bahaya kebakaran," kata Presiden Direktur PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo Michael Hardinata.

Tahun ini, Mitra Cipta Hardi Elektrindo memasarkan produk Honeywell pendeteksi dini kebakaran bernama Notifier with Color Graphic.

Ini merupakan sebuah produk sistem keamanan terintegrasi untuk mengontrol titik-titik  kebakaran dalam dashboard dengan perangkat lunak khusus.

Dengan begitu, apabila terjadi peristiwa kerusakan atau terjadi titik kebakaran, alat akan mengetahui dengan segera area yang bermasalah.

Honeywell sendiri mendirikan kantor perwakilan di Jakarta pada 1992. Pendirian kantor ini bertujuan agar dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.

Kini, terdapat 900 profesional yang bekerja untuk Honeywell dan seluruh lini bisnisnya di Jakarta dan Batam.

Notifier with Color Graphic merupakan bagian dari solusi berbasis teknologi bangunan gedung Honeywell Building Technologies (HBT).  

HBT mencakup bisnis otomatisasi gedung, solusi keamanan dan kebakaran, dan solusi bangunan dan distribusi.

Teknologi bangunan, produk keamanan dan keamanan Honeywell, solusi lingkungan dan energi banyak digunakan di proyek infrastruktur urban tengara di Indonesia.

Termasuk The Samator Superblock, Surabaya, Four Seasons Hotel, Jakarta, Pabrik Unilever, Cikarang, Museum Nasional dan Bandara Djuanda T2, Indonesia One, dan Thamrin Nine.

Kini, beberapa gedung tinggi baru di Indonesia sudah mengadopsi teknologi HBT seperti Outcome Based Service yang memungkinkan pengaturan dan pengendalian gedung dengan teknologi IoT.

Hal ini bertujuan agar keamanan tetap terjaga, baik secara fisik maupun siber, kenyamanan tetap terjaga bagi penghuni dan pengunjung, serta keuntungan tetap diperoleh bagi pemilik maupun pengelola.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X