Terbesar di Asia Tenggara, IFEX 2019 Bidik Transaksi Rp 4,28 Triliun

Kompas.com - 11/03/2019, 12:40 WIB
Pameran IFEX 2019 resmi digelar di JIExpo, Kemayoran. Pameran ini akan diselenggarakan pada 11-14 Maret 2019. Dani Prabowo/Kompas.comPameran IFEX 2019 resmi digelar di JIExpo, Kemayoran. Pameran ini akan diselenggarakan pada 11-14 Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2019 yang akan diselenggarakan hingga 14 Maret 2019, ditargetkan mampu mendulang transaksi hingga 300 juta dollar AS atau setara Rp 4,28 triliun.

Target yang dipatok lebih tinggi bila dibandingkan capaian tahun lalu yang hanya sekitar 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,85 triliun.

"Ini merupakan IFEX keenam. Kurang lebih akan dkunjungi 11.000 buyers, saya perkirakan akan ada 300 juta dollar transaksi langsung," kata Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Baca juga: Pameran IFEX 2019 Resmi Digelar

Menteri Perindustria Airlangga Hartarto berharap, para pengrajin lokal dapat memanfaatkan ajang ini dengan baik untuk menggaet mitra bisnis dalam dan luar negeri.

Terlebih, ajang ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) karena diikuti cukup banyak pembeli dari negara asing.

Dari catatan PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara kegiatan ini, tak kurang dari 4.942 visitor dan buyers dari 149 negara yang ikut pameran ini.

"Dihadiri dua pertiga negara anggota PBB sebagai pembeli, tadi disampaikan ekspektasi penjualan dari pameran langsung sebesar 300 juta dollar AS. Sedangkan berdasarkan pengalaman tahun lalu IFEX enam bulan ke depan bisa mencapai 800 juta dollar AS. Ini merupakan bagian pameran yang signifikan," ucap Airlangga.

Airlangga menambahkan, pemerintah telah menetapkan industri furnitur dan kerajinan sebagai salah satu bagian dari industri prioritas nasional.

Hal ini didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang berlimpah seperti bahan baku kayu, rotan dan bahan alami lainnya.

Hampir 85 persen bahan baku rotan di dunia dihasilkan Indonesia. Bahan baku ini terutama berada di Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Dengan besarnya potensi yang ada, ia berharap, pameran ini dapat mendorong furnitur Indonesia kian dikenal di mancanegara.

"Pameran ini sudah paling besar dibandingkan pameran di Singapura, jadi ini merupakan pameran di ASEAN. Indonesia harus mendorong pameran sepeti ini. Kita juga dorong Investor datang ke sini," tuntas Airlangga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X