Ini Sederet Perempuan Arsitek Berpengaruh

Kompas.com - 08/03/2019, 20:30 WIB
Julia Morgan.www.dezeen.com Julia Morgan.

KOMPAS.com - Dunia teknik dan arsitektur lekat dengan peran pria. Namun siapa nyana, ternyata peran perempuan juga makin meningkat. Bahkan turut berkontribusi dalam membentuk wajah dunia arsitektur.

Beberapa nama perempuan-perempuan arsitek ini tak asing di telinga. Sebut saja Zaha Hadid atau Norma Merrick Sklarek yang mampu mencatatkan namanya di berbagai penghargaan dengan karya-karya yang menakjubkan.

Hal ini tentu menjadi bukti bahwa karya aristektur perempuan juga tak kalah dengan para pria, seperti:

Julia Morgan (1872-1957)

Julia Morgan dikenal sebagai perempuan pertama yang mempelajari arsitektur di Ecoles des Beaux-Arts di Paris, Perancis. Dia juga menjadi perempuan pertama yang menerima lisensi arsitek California pada 1904.

Selama hampir 50 tahun Morgan mengabdikan hidupnya pada dunia arsitektur. Sepanjang hidupnya, Morgan telah merancang lebih dari 700 bangunan.

Karya Morgan meliputi Gereja Presbiterian St John di Berkeley, Asilomar YWCA di Pasific Grove, dan The Hearst Castle di San Simeon.

Meski telah tutup usia pada 1957, Morgan pernah meraih medali emas dari The American Institute of Architects (AIA) pada 2014. Bahkan dia menyandang gelar sebagai perempuan pertama yang menerima penghargaan tersebut.

Zaha Hadid (1950-2016)

Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal. Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal.
Zaha Hadid adalah perempuan pertama peraih Medali Emas RIBA Royal dan Pritzker Prize. Proyek besar pertamanya adalah Vitra Fire Station (1989-1993) di Weil am Rhein, Jerman.

Bangunan itu terdiri dari serangkaian pesawat bersudut tajam yang strukturnya menyerupai burung sedang terbang.

Pada 1994, karyanya terpilih untuk Cardiff Bay Opera House di Wales. Inilah yang membuat nama Hadid makin bersinar, meski nyatanya bangunan tersebut tak jadi dibangun.

Karya-karyanya yang kemudian dibangun termasuk proyek perumahan untuk IBA Housing di Berlin, ruang pameran Mind Zone di Millenium Dome London, dan Land Formation One di Weil am Rhein.

Kesuksesan besarnya diraih kala desainnya pada 1998 terpilih untuk Rosenthal Center for Contemporary di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.

Proyek di AS itu membuahkan dua penghargaan bagi Hadid, yaitu British Architects Award pada 2004 dan American Architecture Award pada tahun berikutnya.

Setelah itu, bertahun-tahun kemudian karya-karya fenomenalnya mulai dibangun, seperti museum seni kontemporer MAXXI di Roma, Heydar Aliyev Center, London Aquatics Center, Eli and Edythe Broad Art Museum, Michigan State University, Gedung Opera Guangzhou, dan masih banyak lagi.

Halaman:



Close Ads X