Kompas.com - 23/02/2019, 20:31 WIB
Junedi, seorang nelayan yang kerap beroperasi di wilayah Tambak Lorok, Semarang, sedang memperbaiki mesin kapalnya. Kompas.com / Dani PrabowoJunedi, seorang nelayan yang kerap beroperasi di wilayah Tambak Lorok, Semarang, sedang memperbaiki mesin kapalnya.

SEMARANG, KOMPAS.com - Para nelayan di wilayah Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, berharap pemerintah membuat pemecah ombak sebelum masuk ke area tanggul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harapan tersebut disampaikan ketika Presiden Joko Widodo (jokowi) yang juga kandidat petahana Pilpres 2019, menyambangi wilayah tersebut sebelum debat putaran kedua, beberapa waktu lalu.

"Awalnya Pak Jokowi tanya-tanya ke nelayan, gimana keadaan. Minta gimana-gimana," kisah salah seorang nelayan Junei, kepada Kompas.com, Sabtu (23/2/2019).

Baca juga: Tambaklorok, Kawasan Nelayan yang Disambangi Jokowi Tak Lagi Kumuh

Nelayan pun langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan meminta pemecah ombak kepada Jokowi.

Menurut Junedi, keberadaan pemecah ombak dibutuhkan agar air pasang yang masuk ke wilayah tanggul tidak terlalu tinggi.

Pada kondisi tertentu, tinggi ombak dapat mencapai dua meter. Meski tanggul penahan banjir rob dirancang setinggi tiga meter, namun saat gelombang pasang menerjang, kapal-kapal nelayan masih dapat terangkat hingga permukaan parapet atau bantaran tanggul.

Junedi menganggap kondisi ini cukup mengkhawatirkan, mengingat sebagian besar kapal nelayan berusia tua. Belum lagi, potensi kapal rusak akibat benturan dengan kapal lainnya.

Dia mengatakan, Jokowi menyambut positif usulan para nelayan, dan akan segera membangun pemecah ombak.

Baca juga: Basuki: Tol Semarang-Demak Bakal Hilangkan Banjir Rob

"Tapi beliau minta diberi waktu. Tapi beliau janji akan dibuatkan," ucapnya.

Sebagai informasi, pada 2014, pasca-dilantik sebagai Presiden RI ketujuh, Jokowi menyambangi wilayah tersebut dan kemudian mencanangkannya sebagai Kampung Bahari.

Untuk mengatasi banjir dan rob yang kerap terjadi, dibuatlah tanggul dan alur transportasi perahu atau kapal nelayan ditata ulang.

"Wilayah ini ditata, dibuatkan tanggul sepanjang 1.475 meter dengan lebar sekitar 6 meter," ucap PPK Sungai dan Pantai 1 BBWS Pemali Juana Dani Prasetyo, saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (23/2/2019).

Untuk pembangunannya, anggaran APBN yang dialokasikan mencapai Rp 151 miliar dengan skema kontrak tahun jamak atau multiyears 2015 hingga 2017.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.