Cegah Korupsi Infrastruktur, BPK dan KPK Harus Diperkuat

Kompas.com - 17/02/2019, 20:13 WIB
Ilustrasi jalan tol malam hari. Jalopnik.comIlustrasi jalan tol malam hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedua calon presiden yang akan berdebat pada Minggu (17/2/2019) malam, dituntut berani menunjukkan komitmennya terhadap infrastruktur.

Tak hanya soal pembangunannya, melainkan juga bagaimana membangun infrastruktur berkualitas dan tanpa korupsi.

Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Akhmad Misbakhul Hasan mengatakan, salah satu komitmen tersebut adalah memperkuat peran lembaga-lembaga pengawasan eksternal, seperti BPK dan KPK dalam menelusuri celah-celah korupsi anggaran infrastruktur.

Kemudian, meningkatkan peran serta masyarakat saat perencanaan, penganggaran, implementasi, hingga pertanggungjawaban proyek-proyek infrastruktur. 

Menurut Akhmad, pembangunan infrastruktur memiliki nilai penting sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan sumber daya manusia di Indonesia.

Baca juga: Debat Infrastruktur, Kunci Kemenangan Capres 2019?

Dia melanjutkan, saat debat kedua capres dan cawapres harus berkomitmen atas beberapa hal yakni menuntaskan dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.

"Selain itu, juga memperkuat kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang terdiri dari Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur," kata Akhmad dalam keterangan tertulis, Minggu.

Akhmad menjelaskan, dibandingkan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, anggaran pembangunan infrastruktur di masa Presiden Joko Widodo meningkat signifikan.

Pada 2015, anggaran infrastruktur naik 63 persen atau Rp 98,7 triliun menjadi Rp 256,1 triliun dibandingkan 2014.

Kenaikan pun terus terjadi hingga massa anggaran saat ini. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun anggaran 2016 ke 2017 yakin sebesar Rp 110,6 triliun dengan tingkat pertumbuhan 41 persen.

Bila dihitung rata-rata, besaran anggaran infrastruktur mencapai 17 persen dari total Belanja Negara dalam lima tahun terakhir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X