Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebentar Lagi, Jakarta Punya Sistem Peringatan Dini Banjir

Kompas.com, 13 Februari 2019, 09:30 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang merancang sistem peringatan dini banjir untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Kepala Balai Litbang Hidrologi dan Tata Air Pusat Litbang Sumber Daya Air Kementerian PUPR Irvan Sudono, sistem itu akan dinamakan Jakarta Flood Early Warning System (JFEWS).

Melalui sistem tersebut, masyarakat bisa mengetahui daerah mana saja di Jakarta yang berpotensi terjadi banjir. Hal itu bisa diketahui lewat perkiraan curah hujan dan meningkatnya debit air di beberapa titik.

"Sistem ini belum diluncurkan, masih digodok karena ini sifatnya masih riset. Ini sebagai antisipasi untuk early warning system," ujar Irvan dalam PUPR Expo 4.0 di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Dengan Aplikasi BIM, Pembangunan Infrastruktur Bisa Lebih Efisien

Namun, dia tidak bisa menyebutkan waktu penyelesaian sistem itu karena prosesnya dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pihak terkait.

Irvan mengatakan, sebelumnya Kementerian PUPR sudah membuat sistem peringatan dini banjir untuk skala nasional, namanya FEWS.

Sistem itu juga memanfaatkan prediksi curah hujan dari BMKG untuk melihat potensi terjadinya banjir di sejumlah daerah.

Setelah itu, informasi tentang potensi banjir tersebut disampaikan kembali ke BMKG untuk kemudian disosialisasikan kepada masyarakat luas.

"Hasil yang diperoleh itu berupa peringatan dini banjir di tiap kabupaten sesuai prediksi hujan dari BMKG, juga kerentanan wilayah. Bentuknya ini hanya sebagai peringatan awal," ucap Irvan.

Hanya, dengan adanya JFEWS nanti tidak otomatis membuat Jakarta bebas dari banjir. Sebab, sistem ini dirancang untuk antisipasi penanggulangan banjir, baik oleh pemerintah provinsi maupun kota.

Baca juga: Mengenal Invi J, Aplikasi Jalan dan Jembatan

Sesuai kondisi infrastruktur dan manajamen yang dilakukan selama ini, jika terjadi banjir, kebijakan untuk menanggulanginya tetap berada di tangan pemerintah daerah setempat.

"Apabila infrastrukturnya dan pengelolaannya seperti saat ini, jika ada kejadian banjir, apakah akan membuka pintu air atau pakai pompa itu alternatif penanggulangannya," imbuh Irvan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau