Pengamat: Jalan Tol Kosong, Hanya untuk Kebutuhan Sesaat

Kompas.com - 30/01/2019, 19:00 WIB
Diskusi bertajuk Indonesia Pasca Jokowi Pembangunan Infrastruktur untuk Dinikmati, Siapa? di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (30/1/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADiskusi bertajuk Indonesia Pasca Jokowi Pembangunan Infrastruktur untuk Dinikmati, Siapa? di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat infrastruktur Bambang Susanto Priyohadi mengatakan, gencarnya pembangunan infrastruktur jalan tol yang dilakukan pemerintah saat ini hanya untuk kebutuhan sesaat.

Menurut dia, pembangunan jalan tol seharusnya melihat pada kebutuhan jangka panjang.

"Pembangunan jalan tol hanya akan memenuhi kebutuhan sesaat, misalnya pas libur Lebaran, Natal, dan tahun baru. Silakan dilihat, jalan tol itu kosong, sepi sekali," ujar Bambang dalam diskusi bertajuk Indonesia Pasca Jokowi 'Pembangunan Infrastruktur untuk Dinikmati, Siapa?' di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Baca juga: Setelah Sisi Utara, Pemerintah Bangun Tol Trans-Jawa Sisi Selatan

Dia mencontohkan jalan tol dari Jakarta ke Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Tidak terlihat jalan tol yang ramai dilintasi kendaraan.

Bambang menyebutkan, jika dihitung dalam setahun, bisa dikatakan penggunaan jalan tol tidak lebih dari 15 hari.

Selain itu, menurut Bambang, pembangunan jalan tol juga tidak direncanakan dengan baik. Misalnya jalan tol layang yang sekarang sedang dikerjakan dari Jakarta ke Karawang.

Anggaran yang dikucurkan untuk tol tersebut terbilang mahal dibanding untuk membangun jalan biasa.

"Lihat pembangunan tol tumpuk dari Jakarta ke Karawang. Harganya mahal sekali, biayanya Rp 500 miliar per kilometer. Kalau jalan biasa separuh aja enggak sampai," imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam catatan Kompas.com, pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II diproyeksikan menelan investasi senilai Rp 16 triliun.

Baca juga: Kebut Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek, Jam Kerja Ditambah

Konstruksinya sudah dilakukan pasca-penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) antara PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X