Kompas.com - 29/01/2019, 22:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, wacana pengendara sepeda motor diperbolehkan masuk jalan tol harus mempertimbangkan dua faktor yaitu keselamatan dan kesehatan pengendaranya.

Faktor keselamatan menyangkut area atau lebar jalan yang cukup untuk bisa menampung keberadaan mobil dan sepeda motor dalam waktu yang bersamaan.

Hal itu wajib dipikirkan, terutama di jalur tertentu yang cukup sulit, misalnya di simpang susun yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Kalau misalnya di simpang susun untuk roda empat pun space-nya sedikit, roda dua juga masuk situ, apa risiko kecelakan sudah dipertimbangkan," ujar Sugiyartanto kepada Kompas.com di Gedung DPR, Selasa (29/1/2019).

Terkait dengan itu, harus dipikirkan regulasinya seperti apa, misalnya perlu atau tidak dibuat peraturan khusus untuk sepeda motor.

Baca juga: Kemenhub Tak Setuju Sepeda Motor Masuk Jalan Tol

Begitu pula dengan gerbang tol sebagai akses masuk dan keluar, lengkap dengan tarifnya. Semua itu harus jadi pertimbangan karena berhubungan dengan investasi pengelola jalan tol yang bersangkutan.

"Kalau exit toll mungkin saja, tapi simpang susun bagaimana? Kan tetap satu, apa harus dipagari? Apa kita bangun investasi baru tol untuk roda dua karena tarifnya sendiri?" imbuhnya.

Pentingnya memikirkan faktor keselamatan, karena wacana ini bukan sekadar menggabungkan sepeda motor dan mobil di jalan tol, melainkan berkurangnya lebar lajur mobil yang sebagian dipakai untuk roda dua.

Terlebih lagi, jalan tol digunakan untuk pengendara mobil berkecepatan tinggi dan menempuh jarak jauh.

Baca juga: Pemerintah Bahas Regulasi Sepeda Motor Masuk Jalan Tol

Faktor kedua yaitu mengenai kesehatan. Menurut Sugiyartanto, kesehatan pengendara motor harus dipikirkan untuk jangka panjang.

"Kita tidak tahu kalau pengendara motor yang rutin lewat tol itu faktor kesehatannya setelah sekian tahun baru ketahuan," tambahnya.

Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa wacana ini kurang pas. Semua pihak harus memikirkan manfaat dan mudaratnya demi kebaikan bersama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Progres Pembangunan Jalan Tol  Binjai-Pangkalan Brandan?

Bagaimana Progres Pembangunan Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan?

Konstruksi
 Gandeng China, Nepal Akan Bangun Jaringan Kereta Api Lintas Himalaya

Gandeng China, Nepal Akan Bangun Jaringan Kereta Api Lintas Himalaya

Konstruksi
Hingga Tahun 2023 Jakarta Akan Punya 7 Gedung Kantor Baru

Hingga Tahun 2023 Jakarta Akan Punya 7 Gedung Kantor Baru

Perkantoran
Akui Sinergi BUMN Matikan Swasta, Erick Thohir Bakal Bangun Ekosistem Kerakyatan

Akui Sinergi BUMN Matikan Swasta, Erick Thohir Bakal Bangun Ekosistem Kerakyatan

Berita
Gelombang Panas Ternyata Bikin Kinerja Panel Surya Tak Efektif

Gelombang Panas Ternyata Bikin Kinerja Panel Surya Tak Efektif

Beranda
Gandeng Telkomsel, Jababeka Makin Mantap Kembangkan Sillicon Valley

Gandeng Telkomsel, Jababeka Makin Mantap Kembangkan Sillicon Valley

Berita
Kelar 2023, Ini Kabar Terbaru Proyek Jalan Akses Tol Makassar New Port

Kelar 2023, Ini Kabar Terbaru Proyek Jalan Akses Tol Makassar New Port

Berita
Tak Perlu Diganti! Ini Cara Mudah Memperbaiki Lantai Keramik yang Retak

Tak Perlu Diganti! Ini Cara Mudah Memperbaiki Lantai Keramik yang Retak

Umum
Jutaan Bidang Tanah di Aceh Belum Terdaftar, Raja Juli Antoni: Tuntaskan dengan Kualitas

Jutaan Bidang Tanah di Aceh Belum Terdaftar, Raja Juli Antoni: Tuntaskan dengan Kualitas

Berita
Kurangi Sampah Plastik, Resta Pendopo Km 456 Jalankan Program Inovasi Lingkungan

Kurangi Sampah Plastik, Resta Pendopo Km 456 Jalankan Program Inovasi Lingkungan

Fasilitas
Salah Satu Kawasan Kumuh di Surakarta Ditata, Intip Rancangannya

Salah Satu Kawasan Kumuh di Surakarta Ditata, Intip Rancangannya

Berita
Erick Thohir: Rakyat Nganggur, Industri Ritel Mustahil Tumbuh

Erick Thohir: Rakyat Nganggur, Industri Ritel Mustahil Tumbuh

Berita
Ada Perbaikan di Ruas Tol Bakter dan Terpeka, Ini Titik Lokasinya

Ada Perbaikan di Ruas Tol Bakter dan Terpeka, Ini Titik Lokasinya

Konstruksi
Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Dunia, Indonesia Tidak Anti Merek Asing

Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Dunia, Indonesia Tidak Anti Merek Asing

Berita
Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen, Erick Thohir: Tak Banyak Negara Punya Kesempatan seperti Indonesia

Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen, Erick Thohir: Tak Banyak Negara Punya Kesempatan seperti Indonesia

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.