Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/01/2019, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana sepeda motor masuk jalan tol masih dalam perdebatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi tidak menyetujui hal itu karena dinilai berbahaya bagi pengendara sepeda motor.

Sebab, jalan tol dipergunakan oleh kendaraan roda empat atau lebih untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

"Menurut saya, kalau untuk kepentingan safety, motor masuk tol itu tidak recommended," kata Budi ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sesuai peruntukan, lanjutnya, jalan tol itu dilalui oleh pengendara mobil yang menempuh jarak jauh berkecepatan tinggi.

Baca juga: Pemerintah Bahas Regulasi Sepeda Motor Masuk Jalan Tol

Jika ada pengendara motor yang juga menggunakannya dalam waktu bersamaan tanpa batas pengaman kendaraan, tentunya akan membahayakan keselamatan pengendaranya.

"Kalau itu dijadikan untuk jarak jauh kan bahaya, apalagi kalau misalnya jalan tol untuk sepeda motor tidak ada barikade atau tidak dipisahkan. Mobil di jalan tol itu kecepatan tinggi, kalau mobil jalan tiba-tiba ada motor kan pasti agak goyang. Apalagi jalan tol kan terbuka, anginnya besar," terang Budi.

Dia mencontohkan pengendara motor dari Cikampek ke Cirebon yang melewati jalan tol. Bisa dibayangkan risiko perjalanannya karena jalan tol yang dilaluinya hanya dibatasi marka jalan antara mobil dan motor.

"Mungkin ada orang dari Karawang mau ke Cirebon, menggunakan sebelah kiri jalan tol dengan kondisi katakanlah hanya dibuat marka, seperti apa bahayanya," imbuhnya.

Namun begitu,  Budi menyarankan sepeda motor dimungkinkan masuk jalan tol hanya untuk jarak pendek. Seperti halnya yang sudah diterapkan di Tol Suramadu, Jawa Timur, dan Tol Mandara, Bali.

"Possible manakala khusus jarak pendek, seperti di Bali dan Suramadu juga. Tapi, kalau jarak panjang itu bahaya," tambah Budi. 

Untuk diketahui, usulan memberi akses bagi pengendara sepeda motor bisa menggunakan jalan tol dilontarkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pada Minggu (27/1/2019) di Jakarta.

Dia mengimbau kepada pemerintah agar menyediakan jalan khusus untuk kendaraan roda dua di jalan tol. Hal ini dinilai sebagai wujud persamaan hak sesama warga negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+