Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap OGRA 2019

Kompas.com - 24/01/2019, 15:47 WIB
Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia (paling kiri) bersama-sama Olivier Guilluy, Onduline Asia Pasific Director (tengah), Naning Adiwoso Chair Person of Green Building Council Indonesia (paling kanan), Anggia Murni, Core Founder Green Building Council Indonesia & Principal of Tropica Greeneries (dua dari kiri) serta Mark Sungkar, Architect & Founder of Green Homes Indonesia (dua dari kanan), meluncurkan sistem atap ramah lingkungan Ondugreen di Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang, Kamis (24/1/2019).Dokumentasi Onduline Indonesia Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia (paling kiri) bersama-sama Olivier Guilluy, Onduline Asia Pasific Director (tengah), Naning Adiwoso Chair Person of Green Building Council Indonesia (paling kanan), Anggia Murni, Core Founder Green Building Council Indonesia & Principal of Tropica Greeneries (dua dari kiri) serta Mark Sungkar, Architect & Founder of Green Homes Indonesia (dua dari kanan), meluncurkan sistem atap ramah lingkungan Ondugreen di Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang, Kamis (24/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Onduline Indonesia, produsen atap ramah lingkungan menggelar kompetisi bertajuk Onduline Green Roof Awards (OGRA) 2019.

Dalam penyelenggaraan kompetisi desain atap ramah lingkungan kali keempat ini, Onduline mengangkat tema Tropical Green Roof System.

Country Director PT Onduline Indonesia Tatok Prijobodo menuturkan, ajang OGRA bertujuan memotivasi para profesional, dan arsitek muda untuk dapat memberikan solusi konseptual, dan berkelanjutan terkait desain atap.

"Indonesia merupakan negara tropis, jadi konsep desain yang dihasilkan harus selaras dan relevan. Tak hanya kuat, melainkan cocok untuk daerah tropis," ujar Tatok, di Tangerang, Kamis (24/1/2019).

Dia melanjutkan, OGRA merupakan bentuk apresiasi PT Onduline Indonesia bagi kemajuan arsitektur di Indonesia.

Para peserta kompetisi dapat mengekspresikan gagasan kreatif dan inovatif terkait sistem green roof  dan implementasinya pada atap bangunan dengan tetap memperhatikan isu ramah lingkungan, sistem drainase komprehensif, dan aspek durabilitas.

Baca juga: Rancang Sustainable Building, Ary Indrajanto Terbaik IAI Awards 2018

Pendaftaran kompetisi dibuka mulai 1 Februari 2019 hingga 30 Agustus 2019, dengan target 160 karya desain. Angka ini lebih banyak ketimbang tahun 2017 lalu sebanyak 120 karya desain.

OGRA terbuka bagi para profesional di bidang arsitektur, desainer interior, pengembang, konsultan perencana dan kontraktor pelaksana yang telah berprofesi minimal satu tahun.

"Mereka dapat mengikuti sayembara ini dengan syarat, gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dalam kompetisi apa pun," tegas Tatok.

Dia menambahkan, karya desain dapat diaplikasikan pada bentuk bangunan apa pun, gedung komersial (high rise) atau rumah tinggal dengan luas atap serentang 150 meter persegi hingga 350 meter persegi.

"Kami juga mencari desain atap ramah lingkungan yang mempertimbangkan karakteristik lokal, selain cocok dengan iklim tropis di Indonesia," cetus Tatok.

Bertindak sebagai dewan juri adalah Chair Person of Green Building Council Indonesia Naning Adiwoso, dan Core Founder Green Building Council Indonesia yang juga Principal of Tropica Greeneries Anggia Murni.

Seluruh karya desain akan dikumpulkan secara eksklusif dalam buku Tropical Green Roof Desain dan didistribusikan secara nasional.

Pemenang kompetisi diumumkan pada pertengahan September 2019, dengan rincian hadiah uang tunai total senilai Rp 75 juta dan dua gawai teknologi terbaru.

 




Close Ads X