Dua Tahun "Kotaku", Cara Pemerintah Hilangkan Kawasan Kumuh Perkotaan

Kompas.com - 23/01/2019, 23:13 WIB
Kondisi gang di Rawa Bambu, Kalibaru, Medan Satria Jumat (2/2/2018). Kampung ini berubah penuh warna dan menjadi daya tarik warga sekitar untuk menikmati suasana gang yang lebih hidup Kompas.com/Setyo AdiKondisi gang di Rawa Bambu, Kalibaru, Medan Satria Jumat (2/2/2018). Kampung ini berubah penuh warna dan menjadi daya tarik warga sekitar untuk menikmati suasana gang yang lebih hidup

Kawasan ini berbenah dengan perbaikan saluran air sepanjang 125 meter, jalan lingkungan yang menggunakan paving blok, dan pengecatan warna-warni pada bagian tembok rumah, hingga penyediaan 50 unit bak pembuangan sampah organik dan non-organik.

Selain itu, kawasan Seutui di Aceh juga sudah berbenah. Program Kotaku di Seutui bukan hanya berfokus pada penataan kawasan kumuh, melainkan juga pembangunan sanitasi, pemenuhan kebutuhan air bersih, pembangunan jalur pedestrian, jembatan, pembuatan taman, dan pemasangan penerangan jalan umum di 132 titik.

Belum sentuh persoalan dasar

Arsitek dari Studio Akanoma, Yu Sing, menilai, penanganan kampung kumuh di Jakarta secara khusus dan di Indonesia secara umum belum menyentuh persoalan dasar, yaitu kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Penyelesaian Kampung Kumuh Belum Sentuh Persoalan Dasar

Meski pemerintah pusat memiliki Program Kotaku, akan tetapi, sejumlah program kerja yang telah dirancang pemerintah belum masuk ke substansi dasar.

Menurutnya, penataan ini baru sebatas kosmetik atau usaha untuk memperlihatkan bahwa permukiman tersebut tidak berantakan.

Menurutnya, masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dinilai tidak memiliki kemampuan untuk merawat kampung yang ditinggalinya.

"Ini berbeda dengan kalangan atas yang mampu membayar jasa perawatan agar lingkungan mereka tetap bersih," kata Yu Sing.

Perkembangan program

Sejak diluncurkan, program ini baru menyentuh 268 kabupaten/kota di Indonesia. Menurut Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Didiet Arif Akhdiat, pelaksaan program tersebut sesuai dengan lokasi yang diidentifikasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X