Dua Tahun "Kotaku", Cara Pemerintah Hilangkan Kawasan Kumuh Perkotaan

Kompas.com - 23/01/2019, 23:13 WIB
Kawasan Seutui, Banda Aceh, yang berada di tepi Sungai Kreung Daroy.Kementerian PUPR Kawasan Seutui, Banda Aceh, yang berada di tepi Sungai Kreung Daroy.

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Kementerian PUPR terkait peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan perkotaan yang sedang dilaksanakan adalah Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), salah satunya merupakan Program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku).

Program ini dibuat untuk mendukung gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak dengan sasaran kawasan permukiman kumuh seluas 23.000 hektar.

Melalui gerakan ini, kawasan kumuh yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia akan dihilangkangkan dengan implementasi program sejak 2016 hingga 2020.

Baca juga: Meski Ada Program 100-0-100, Tak Ada Jaminan Jakarta Bebas Kumuh

Dari 269 kota/kabupaten dan 11.076 kelurahan/desa, pemerintah telah menetapkan 2.500 kelurahan sebagai permukiman kumuh.

Pembiayaan

Guna meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan perkotaan dan pengentasan kekumuhan, pemerintah meminjam dana 760 juta dollar AS atau sekitar Rp 10 triliun.

Dana pinjaman tersebut berasal dari Islamic Development Bank (IDB), World Bank, dan Asian Investment Bank.

Selain pinjaman, pendanaan juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pihak swasta untuk pembangunan rumah swadaya.

Implementasi

Kondisi gang di Rawa Bambu, Kalibaru, Medan Satria Jumat (2/2/2018). Kampung ini berubah penuh warna dan menjadi daya tarik warga sekitar untuk menikmati suasana gang yang lebih hidupKompas.com/Setyo Adi Kondisi gang di Rawa Bambu, Kalibaru, Medan Satria Jumat (2/2/2018). Kampung ini berubah penuh warna dan menjadi daya tarik warga sekitar untuk menikmati suasana gang yang lebih hidup
Beberapa daerah yang menjadi sasaran program ini telah berbenah, salah satunya di Kampung Rawabambu di Kalibaru.

Kawasan ini berbenah dengan perbaikan saluran air sepanjang 125 meter, jalan lingkungan yang menggunakan paving blok, dan pengecatan warna-warni pada bagian tembok rumah, hingga penyediaan 50 unit bak pembuangan sampah organik dan non-organik.

Selain itu, kawasan Seutui di Aceh juga sudah berbenah. Program Kotaku di Seutui bukan hanya berfokus pada penataan kawasan kumuh, melainkan juga pembangunan sanitasi, pemenuhan kebutuhan air bersih, pembangunan jalur pedestrian, jembatan, pembuatan taman, dan pemasangan penerangan jalan umum di 132 titik.

Belum sentuh persoalan dasar

Arsitek dari Studio Akanoma, Yu Sing, menilai, penanganan kampung kumuh di Jakarta secara khusus dan di Indonesia secara umum belum menyentuh persoalan dasar, yaitu kesejahteraan masyarakat.

Halaman:



Close Ads X