Indonesia Disebut Kompetitif jika Biaya Logistik Kurang dari 10 Persen

Kompas.com - 22/01/2019, 15:52 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Indonesia Development and Business Summit New Construction Opportunity 2019 and Beyond Infrastructures di Jakarta, Selasa (22/1/2019).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Indonesia Development and Business Summit New Construction Opportunity 2019 and Beyond Infrastructures di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan infrastruktur memiliki hubungan erat dengan membaiknya perekonomian nasional, termasuk industri manufaktur.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur berpengaruh pada penurunan biaya logistik. Dengan berkurangnya biaya logistik, akan mengurangi ongkos produksi dan distribusi sehingga berdampak positif pada harga suatu barang dan bisa bersaing di pasar global.

“Kalau infrastruktur benar, biaya logistik bisa turun relatif drastis. Kalau mau ekonomi Indonesia kompetitif, biaya logistik tidak boleh lebih dari 10 persen supaya produk kita laku di pasar internasional,” ujar  Bambang dalam  acara Indonesia Development and Business Summit New Construction Opportunity 2019 and Beyond Infrastructures di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur untuk Generasi Masa Depan

Dia menambahkan, jika produk Indonesia laku diekspor, maka surplus dari sektor nonmigas akan membaik sehingga bisa menjadi kompensasi dari defisit yang terjadi di sektor migas.

Itulah yang membuat pentingnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Sebab, dalam pandangannya, pembangunan infrastruktur itu bukan tujuan, melainkan sarana untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan wilayah yang ada di sekitar lokasi infrastruktur tersebut.

Terlebih lagi Indonesia memiliki wilayah kesatuan berbentuk kepulauan dengan kondisi geografis yang berbeda-beda dan cukup menantang.

Pembangunan infrastruktur yang menyangkut konektivitas dinilai penting dibanding negara lain yang willayahnya berada di satu daratan yang sama.

“Indonesia ini negara yang wilayahnya cukup menantang karena kepulauan sehingga isu konektiviats jauh lebih lebih krusial dibanding negara-negara besar yang bersifat kontinen, misalnya Rusia, China, Amerika Serikat, dan Brasil,” jelas Bambang.

Terkait hubungan antara infrastruktur dengan manufaktur, hal ini dianggap penting karena merupakan salah satu isu strategis di bidang ekonomi.

Meningkatnya industri manufaktur juga mempunyai peran penting pada membaiknya kondisi perekonomian.

Maka dari itu, industri manufaktur harus  didukung antara lain dengan penurunan biaya logistik melalui kehadiran infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X