21 Januari, Tujuh Ruas Baru Tol Trans-Jawa Tak Gratis Lagi

Kompas.com - 18/01/2019, 17:28 WIB
Sejumlah pemudik menaiki mobil bak terbuka saat memasuki rest area Tol  Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran. MAULANA MAHARDHIKASejumlah pemudik menaiki mobil bak terbuka saat memasuki rest area Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh ruas Tol Trans-Jawa yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam waktu dekat akan bertarif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi tersebut diunggah PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui akun resmi Instagram mereka, @official.jasamarga, Jumat (18/1/2019).

"Mulai 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB akan diberlakukan tarif pada ruas baru Jalan Tol Trans Jawa," demikian Jasa Marga.

Dari ketujuh ruas yang diresmikan, lima di antaranya dikelola Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas yaitu Tol Batang-Semarang, serta Tol Semarang-Solo segmen Salatiga-Kartasura.

Baca juga: Tujuh Ruas Tol Trans-Jawa Siap Diresmikan

Kemudian, Tol Gempol-Pasuruan segmen Pasuruan-Grati, Tol Surabaya-Gempol Seksi Relokasi Porong-Gempol, serta Tol Ngawi-Kertosono-Kediri segmen Wilangan Kertosono.

Dua ruas terakhir yakni Tol Jombang-Mojokerto segmen Bandar-Kertosono merupakan milik Astra Infra Toll Road dan Tol Pemalang-Batang milik PT Waskita Toll Road.

AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru saat dikonfirmasi, masih enggan mengungkapkan besaran tarif yang akan berlaku.

"Segera diinfokan. Tarifnya cukup banyak karena sampai lima ruas. Saya lagi compile," kata Heru kepada Kompas.com.

Hal senada juga diungkapkan Corporate Secretary Waskita Toll Road Alex Siwu.

"Kalau sudah dapat akan kita infokan," kata dia.

Bila mengacu pada rasionalisasi tarif maka tarif yang seharusnya diterapkan yaitu Rp 1.000 per kilometer.

Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya meminta agar Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengkaji penyederhanaan tarif Tol Trans-Jawa agar dapat lebih kompetitif dibandingkan tarif pesawat terbang.

"Saya kemarin ke Bandung naik kereta, saya tanyakan penentuan tarif gimana. Jakarta-Tegal dengan Jakarta-Semarang tarifnya ternyata podho (sama). Bedanya kalau sampai Surabaya aja. Saya kira kita bisa belajar dari situ juga, mungkin," kata Basuki di kantornya, Rabu (5/12/2018).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.