Kompas.com - 16/01/2019, 10:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menangani total sepanjang 28,8 kilometer jalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, pada tahun ini.

Secara keseluruhan, biaya yang akan digunakan untuk penanganan tersebut sebesar Rp 110,65 miliar yang dibagi menjadi preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Larat dan Pulau Selaru sepanjang 10 kilometer.

Kemudian preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Yamdena sepanjang 8,80 kilometer, dan pelaksanaan rekonstruksi jalan nasional di Pulau Larat – Lamdesar Timur sepanjang 10 kilometer.

Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

Baca juga: Mulusnya Jalan Trans-Maluku di Pulau Seram

Salah satunya melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan di pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat.

Jalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.Kementerian PUPR Jalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan bisa menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa, serta menciptakan stabilitas kawasan.

Selain itu, juga mengamankan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan dalam pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdena, dan Selaru akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 kilometer jalan, sepanjang 179 kilometer atau 79 persen kondisinya mantap,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam penjelasan tertulis, Selasa (15/1/2019).

Bukan hanya jalan, pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat yang sudah selesai juga menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas karena akan mempersingkat waktu tempuh dan biaya logistik kedua pulau tersebut. 

Jembatan sepanjang 323 meter dan lebar 10 meter yang melintasi Laut Arafura itu dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 123 miliar. Peresmiannya telah dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri Basuki pada Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, Welem Duarko, seorang petani di Pulau Larat, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang telah meningkatkan akses jalan di daerahnya.

“Kebanyakan warga sekitar 80 persen merupakan petani, sebagian kecil lainnya menjadi nelayan, bertani kopra, sayuran, dan tanaman umbi-umbian. Hasil panen kami jual ke Saumlaki, ibu kota kabupaten di Pulau Yamdena,” ujar Welem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.