Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

2019, Pemerintah Bangun 28,80 Kilometer Jalan di Maluku Tenggara Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menangani total sepanjang 28,8 kilometer jalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, pada tahun ini.

Secara keseluruhan, biaya yang akan digunakan untuk penanganan tersebut sebesar Rp 110,65 miliar yang dibagi menjadi preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Larat dan Pulau Selaru sepanjang 10 kilometer.

Kemudian preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Yamdena sepanjang 8,80 kilometer, dan pelaksanaan rekonstruksi jalan nasional di Pulau Larat – Lamdesar Timur sepanjang 10 kilometer.

Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

Salah satunya melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan di pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan bisa menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa, serta menciptakan stabilitas kawasan.

Selain itu, juga mengamankan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan dalam pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdena, dan Selaru akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 kilometer jalan, sepanjang 179 kilometer atau 79 persen kondisinya mantap,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam penjelasan tertulis, Selasa (15/1/2019).

Bukan hanya jalan, pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat yang sudah selesai juga menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas karena akan mempersingkat waktu tempuh dan biaya logistik kedua pulau tersebut. 

Jembatan sepanjang 323 meter dan lebar 10 meter yang melintasi Laut Arafura itu dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 123 miliar. Peresmiannya telah dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri Basuki pada Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, Welem Duarko, seorang petani di Pulau Larat, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang telah meningkatkan akses jalan di daerahnya.

“Kebanyakan warga sekitar 80 persen merupakan petani, sebagian kecil lainnya menjadi nelayan, bertani kopra, sayuran, dan tanaman umbi-umbian. Hasil panen kami jual ke Saumlaki, ibu kota kabupaten di Pulau Yamdena,” ujar Welem.

https://properti.kompas.com/read/2019/01/16/100000921/2019-pemerintah-bangun-28-80-kilometer-jalan-di-maluku-tenggara-barat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar