China dan BUMN Berebut Tol Semarang-Demak - Kompas.com

China dan BUMN Berebut Tol Semarang-Demak

Kompas.com - 14/01/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi tolKementerian PUPR Ilustrasi tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek Tol Semarang-Demak telah memasuki tahap pelelangan. Empat peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap pra-kualifikasi, diundang untuk mengikuti lelang proyek yang dirancang sepanjang 27 kilometer tersebut.

Dikutip dari keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (14/1/2019), konsorsium pertama yang akan mengikuti lelang yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk-PT Waskita Toll Road-PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Brantas Abipraya (Persero).

Kemudian, konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero)-PT Wijaya Karya (Persero)-PT Misi Mulia Metrical. Dua perusahaan lainnya yaitu PT China Harbour Indonesia dan Sinohydro Corporation Limited.

Dokumen lelang sendiri telah disampaikan pada 15 November lalu. Pengumuman lelang diperkirakan akan diterbitkan pada Februari 2019.

Baca juga: Sebagian Ruas Tol Semarang-Demak Gunakan Lahan Pesisir Pantai

"Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi 15,3 Triliun ini ditargetkan akan berlangsung selama 2 tahun. Pembangunan dimulai pada 2019 dan ditargetkan beroperasi keseluruhannya pada tahun 2021," demikian tulis keterangan tersebut.

Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.

Kecepatan rencana 100 kilometer per jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3.

Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa. Seperti diketahui kondisi lalu lintas kawasan utara Jawa kepadatannya cukup tinggi.

Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.

Tanggul laut tersebut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (land subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.



Close Ads X