Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/01/2019, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, PT Jababeka Tbk, menawari pemerintah untuk merelokasi warga yang terkena dampak tsunami di wilayah Banten untuk memanfaatkan kawasan tersebut.

"Korban bisa masuk ke kami. Kami banyak kan tanahnya, bisa naik ke atas, (bisa) bangun rumah susun kan," kata CEO dan Founder Jababeka SD Darmono di Jakarta, Rabu (2/12/2018).

Melalui anak usahanya, PT Banten West Java Tourism Development, Jababeka mengembangkan KEK Tanjung Lesung seluas 1.500 hektar.

Baca juga: Jababeka Bantah Hotel dan Villa di Tanjung Lesung Langgar Tata Ruang

Saat ini, baru sekitar 150 hektar yang telah dikembangkan sebagai kawasan wisata hotel dan villa.

Menurut Darmono, kerja sama dengan pemda dapat dilakukan dalam rangka pembangunan kawasan hunian. Ia menyadari, sulit bagi pemda untuk membeli lahan karena sudah cukup mahal.

Di sisi lain, pengembang memiliki keterbatasan anggaran untuk membangun hunian.

"Kalau KEK kan infrastruktur yang bagun kami, lahan sudah tersedia. Tinggal dana yang kami tidak punya untuk bangun bangunan," kata dia.

Darmono tak mempersoalkan bila pemerintah berencana mengokupansi lahan dalam jumlah yang besar. Sepanjang dapat membantu masyarakat untuk mengembalikan hunian mereka yang hancur akibat tsunami.

"Ini bisa menjadi suatu sinergi antara pemerintah dan pengembang," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+