Pakar: Tanah Ambles di Surabaya, Kegagalan Industri Konstruksi

Kompas.com - 22/12/2018, 21:53 WIB
Aktivitas pengurukan jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles, Jumat (21/12/2018) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAktivitas pengurukan jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles, Jumat (21/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, dinilai sebagai kegagalan dalam industri konstruksi.

Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan Manlian Ronald A Simanjuntak mengatakan hal itu dalam penjelasan tertulis yang disampaikan kepada Kompas.com, Sabtu (22/12/2018).

Menurut dia, fokus pada masalah ini sebaiknya tidak hanya terhadap produk yang dihasilkan, tetapi juga pihak yang terlibat pada proyek konstruksi ini.

Sebab, proyek ini melibatkan berbagai stakeholder, kompetensi, kebijakan, dan peran pemerintah.

Baca juga: Jalan Gubeng Ambles, NKE Janji Pemulihan Proyek Tuntas Akhir 2018

"Dari perspektif manajemen konstruksi, keruntuhan tanah di Gubeng bukan sekadar kegagalan produk konstruksi semata, tetapi merupakan kegagalan industri konstruksi," ujar Manlian.

Dia mengatakan, ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan dan bisa menjadi penyebab amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng itu.

Masalah pertama yaitu tata ruang di kawasan itu sudah sesuai dengan studi kelaikan atau belum.
Kedua, pembangunan proyek jalan tersebut sudah dijalankan secara benar atau tidak.

"Yang ketiga, proses yang dijalani dalam proyek bangunan gedung di sana sudah berjalan dengan benar atau tidak. Dan keempat, kebijakan dalam bentuk peraturan untuk menata proyek konstruksinya sudah lengkap dan dijalankan secara benar atau tidak," ucapnya.

Kemudian, masalah kelima yakni pengendalian dan pengawasan proyek konstruksi yang sudah eksis serta yang sedang dan akan dibangun sudah dilaksanakan secara benar atau tidak.

Maka dari itu, Manlian mencoba memberikan solusi yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

Solusi pertama adalah memastikan terlebih dahulu kelaikan postur tanah dan muka air tanah sebelum dilakukan pengurukan, pemadatan, dan restruktur jalan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X