Jalan Gubeng Ambles, NKE Janji Pemulihan Proyek Tuntas Akhir 2018

Kompas.com - 21/12/2018, 21:11 WIB
Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk Djoko Eko Suprastowo (tengah) dan manajemen saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADirektur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk Djoko Eko Suprastowo (tengah) dan manajemen saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk selaku kontraktor struktur proyek properti Gubeng Mixed Use di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, memastikan pemulihan paling lambat pada akhir 2018.

Pemulihan itu dilakukan sehubungan dengan amblesnya Jalan Raya Gubeng yang berbatasan langsung dengan proyek tersebut.

Cara yang dilakukan yaitu dengan menimbun 1.500 kubik tanah yang saat ini sedang dikerjakan.

“Prinsipnya NKE membantu memulihkan jalannya proyek, sekarang 1.500 kubik tanah langsung dikerjakan di lokasi. Target selesai secepatnya, sebelum akhir tahun, 31 Desember sudah berfungsi kembali,” ujar Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk Djoko Eko Suprastowo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018). 

Baca juga: Kronologi Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya

Bahkan, menurut dia, jika dilihat dari perkembangan terakhir, kemungkinan pemulihan itu bisa selesai lebih cepat dari rencana.

Saat ini pihaknya mengerahkan beberapa unit ekskavator, backhoe, buldoser, dan alat berat lainnya. Selain itu, bantuan juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya, kepolisian, dan PT Saputra Karya sebagai pemberi kerja.

Mengenai biaya pemulihan proyek, Djoko mengaku, NKE mengeluarkan lebih dari Rp 10 miliar, tetapi jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan di lapangan.

“Kami tanggung jawab secara moral, biaya dari mana itu nomor dua. Proyek ini harus selesai dan berfungsi kembali seperti sediakala,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek Gubeng Mixed Use itu dilakukan oleh beberapa kontraktor.

NKE merupakan kontraktor pelaksana yang melanjutkan kontraktor terdahulu, yaitu PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) yang mengerjakan bor pile dan soldier pile (penahan tanah dan fondasinya).

Adapun PT Saputra Karya adalah pemberi kerja, sedangkan konsultannya terdiri dari konsultan struktur, konsultan pengawas, konsultan arsitek, konsultan rumah sakit, dan konsultan quantity surveyor  (QS). 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X