Hunian Berkonsep TOD Dianggap Hanya "Marketing Gimmick"

Kompas.com - 10/12/2018, 20:49 WIB
Suasana di lokasi lahan yang dijadikan area pembangunan rumah susun di Stasiun Pondok Cina, Depok pada Selasa (24/10/2017). Terpantau lahan sudah difungsikan kembali untuk tempat parkir kendaraan. Sama sekali tak ada aktivitas proyek di sana. Kompas.com/Alsadad RudiSuasana di lokasi lahan yang dijadikan area pembangunan rumah susun di Stasiun Pondok Cina, Depok pada Selasa (24/10/2017). Terpantau lahan sudah difungsikan kembali untuk tempat parkir kendaraan. Sama sekali tak ada aktivitas proyek di sana.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini ada beberapa pengembang properti yang menawarkan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) kepada masyarakat.

Namun, ternyata tidak semua promosi yang digembar-gemborkan itu benar-benar mengusung konsep TOD.

Banyak yang menawarkan hunian dengan hanya "menjual" dan latah dengan konsep TOD yang sedang naik daun.

"Pengembang yang menawarkan konsep TOD itu marketing gimmick, ada yang benar dan ada yang enggak," ucap Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto pada diskusi bertema "Building Jakarta Upwards" di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Jakarta, Senin (10/12/2018).

Baca juga: Tiga BUMN Bangun 10.783 Unit Apartemen TOD

Menurut Wendy, penawaran hunian berkonsep TOD itu tidak sesuai dengan arti sebenarnya.

Padahal, hunian berkonsep TOD harus berbasis konektivitas. Artinya, orang yang tinggal di hunian tersebut bisa mengakses berbagai moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau dengan mudah.

Wendy mengatakan, itulah mengapa pihaknya terus menyuarakan kepada pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengenai pengembangan TOD yang benar di suatu kota.

"Kami aktif beri suara yang positif di Pemprov, seperti apa pengembang yang ada di sekitar situ, bagaimana lahannya, dan lain-lain," ujar dia.

Harapannya, pemerintah mau mendengarkan dan bersama-sama dengan pihak swasta mengembangkan konsep TOD yang sesungguhnya kemudian.

Terkait dengan konektivitas yang disampaikan tadi, Wendy menambahkan, semestinya didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai. Jika tidak, maka nilai jual suatu hunian dan lahan di sekitarnya akan cenderung stagnan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X