Jembatan Kalikuto, Spot Paling "Instagramable" di Tol Trans-Jawa - Kompas.com

Jembatan Kalikuto, Spot Paling "Instagramable" di Tol Trans-Jawa

Kompas.com - 08/12/2018, 22:11 WIB
Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018.Dok. Humas Ditjen Bina Marga kementerian PUPR Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018.

SEMARANG, KOMPAS.com - Jalan Tol Trans-Jawa dipastikan siap digunakan masyarakat untuk perhelatan mudik Natal 2018. 

Tak hanya siap, jalan bebas hambatan yang membentang sepanjang 780 kilometer dari Jakarta hingga Surabaya ini juga menawarkan visualisasi estetis.

Mudik Lebaran 2017 lalu, publik dipuaskan dengan demonstrasi sensual empiris berupa Gerbang Tol Salatiga berlatar Gunung Merbabu di Ruas Tol Bawen-Salatiga.

Selain itu, panorama menawan juga disuguhkan di Jalan Tol Solo-Ngawi tepatnya simpang susun Jembatan Klodran yang mirip dengan Jembatan Notredam di Belanda sana.

Kedua spot tersebut paling diburu oleh pengguna jalan tol dan masyarakat dari berbagai daerah hanya untuk berswafoto.

Baca juga: Keselamatan, Aspek Utama Kesiapan Tol Trans-Jawa

Tentu, fenomena ini tak disia-siakan pengelola jalan tol bersangkutan. PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pengelola Ruas Tol Bawen-Salatiga, misalnya.

Menyadari tingginya antusiasme masyarakat serta kepadatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang terus meningkat, TMJ pun memanfaatkan situasi ini dengan "cerdas". 

Di pintu masuk Bawen, TMJ memasang spanduk bertuliskan "Selamat Datang di Panoramic Toll Road" yang ternyata mampu memprovokasi pengguna jalan tol dari arah Semarang menuju Salatiga atau Solo untuk sejenak mengarahkan kendaraannya menuju ruas Salatiga. 

Instagramable

Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).Baihaki/Harian Kontan Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).
Tahun ini, Jembatan Merah Kalikuto yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, tampaknya akan menjadi bintang pada perhelatan Mudik Natal 2018 mendatang.

Saat Kompas.com berkesempatan mengikuti Ekspedisi Susur Jalan Tol Trans-Jawa, Jumat (7/12/2018), tampak sejumlah pelajar SMA berkerudung mengabadikan jembatan ini di Jalur A menuju Semarang.

Tak henti mereka melakukan aksi swafoto dengan beragam pose, hingga gesture tubuh yang hanya dimengerti sesama milenial seusia mereka.

Sementara di Jalur B arah Jakarta, sejumlah petugas Patroli Jalan Raya (PJR) yang mengawal rombongan ekspedisi tak kalah antusias memotret diri untuk kemudian diunggah di akun media sosial bersangkutan.

Seorang rekan jurnalis berkata, "Ini seharusnya jadi destinasi wisata. Sangat Instagramable," kata dia yang kemudian meminta Kompas.com mengabadikannya seraya menunjukkan dua lesung pipi yang tak kalah memikat.

Potensi Jembatan Merah Kalikuto untuk menjadi spot wisata yang ikonik, juga diakui Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kuncahyo Pambudi. 

"Ini sangat menarik ya (eyes catchy) karena potensial dan berhasil jadi jembatan ikonik Tol Trans Jawa. Sepanjang masih belum diresmikan, masyarakat boleh melakukan selfie. Namun, setelah itu, pengelola harus mengutamakan keselamatan. Bagaimana mengatur masyarakat yang ingin foto-foto tanpa mengganggu arus lalu lintas," tutur Kuncahyo.

Tidur Tiga Jam 

Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).
Jembatan Kalikuto merupakan salah satu elemen penting di ruas Jalan Tol Batang-Semarang, yang konsesinya dipegang PT Jasamarga Semarang Batang (JSB).

Oleh karena itu, proses pembangunannya tak sekadar membutuhkan kecepatan, melainkan juga keahlian, ketelitian, kerja keras, dan pemasangan yang presisi agar aman dilintasi.

Tentu saja, para pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini seakan diburu oleh waktu. Di satu sisi harus memenuhi target yang telah ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR), namun di sisi lain infrastruktur ini juga harus dijamin aspek keamanannya.

Demi memenuhi seluruh unsur itu, Direktur Utama PT JSB Arie Irianto bersama timnya pun bekerja ekstra keras. 

Kerja ekstra keras itu terlihat dari aktivitas konstruksi yang berlangsung sejak pagi hingga mentari terbenam.

Selain itu, waktu istirahat yang bisa mereka manfaatkan demikian minim. Bahkan, saat diwawancara Kompas.com  jelang Lebaran 2018 lalu, Arie mengaku hanya tidur tiga jam sehari.

Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018Dok. Humas Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Jembatan Kalikuto menjalani uji beban pada 8 dan 9 November 2018
"Tapi itu bukan masalah. Saya masih bisa tidur di mobil dalam perjalanan dari rumah menuju lokasi proyek. Target harus tercapai tanpa mengenyampingkan aspek keamanan dan keselamatan," ujar Arie.

Proses pembangunannya, kata dia, terus menerus diawasi tidak saja oleh Arie sendiri melainkan juga para direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai induk usaha PT JSB.

"Jelas ini bikin saya deg-degan, khawatir tidak sesuai ekspektasi," ucap Arie.

Jembatan Kalikuto dirancang sepanjang 164 meter, berbobot 2.400 ton dan memiliki bentang utama 100 meter serta jalan pendekat di sebelah barat dan timur masing-masing 32 meter.

Jembatan dengan material baja ini dirakit di tiga tempat berbeda yakni di Serang, Tangerang, dan Pasuruan.

Bobot jembatan 2.400 ton. Panjang bagian utama Jembatan Kalikuto yaitu 100 meter. Sedangkan dua jembatan di sampingnya masing-masing 30 meter. Jadi totalnya 160 meter.

Sebagian materialnya dibuat di Perancis, tetapi perakitnya adalah orang Indonesia. Pemasangan setiap bagiannya dilakukan secara bertahap mulai dari segmen 1 dan seterusnya hingga 12 segmen.

Ini merupakan jembatan pertama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia, yang strukturnya dirakit di lokasi pemasangan.


 



Close Ads X