Ananta Wiyogo: EBA-SP Ritel SMF Tak Kalah Kompetitif

Kompas.com - 01/12/2018, 21:38 WIB
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mencatat pendapatan Rp 1,083 triliun hingga Oktober 2018. Tampak Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo (tengah), didampingi Direktur PT SMF Heliantopo (kiri) dan Direktur PT SMF Trisnadi Yulrisman (kanan). Kompas.com/HILDA B ALEXANDERPT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mencatat pendapatan Rp 1,083 triliun hingga Oktober 2018. Tampak Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo (tengah), didampingi Direktur PT SMF Heliantopo (kiri) dan Direktur PT SMF Trisnadi Yulrisman (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Ananta Wiyogo mengatakan Efek Beragun Aset dengan bentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) Ritel yang diterbitkan perseroan, merupakan alternatif instrumen investasi dengan return lebih kompetitif.

"“Hadirnya EBA-SP Ritel membuat investor memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi dengan return tak kalah kompetitif dengan saham, obligasi atau reksa dana,“ kata Ananta, Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Meski Ekonomi Lesu, SMF Bidik Pendapatan 2019 Tetap Tumbuh

EBA-SP Ritel SMF ini, menurut Ananta, merupakan yang perdana di Indonesia. Berkolaborasi dengan PT BNI Sekuritas, SMF menghadirkan transaksi EBA-SP Ritel melalui mekanisme perdagangan sekunder.

Ananta menjelaskan, EBA-SP Ritel merupakan produk investasi pendapatan tetap (fixed income) yang aman dengan likuiditas instrumen investasi yang cukup tinggi.

Penyelesaian (settlement) transaksi pembelian maupun penjualan produk investasi EBA-SP Ritel ini adalah T+1, sehingga nasabah dapat segera melakukan instruksi penarikan dana hasil penjualan setelah jatuh tempo settlement transaksi penjualan.

Produk EBA SP Ritel SMF yang akan dipasarkan oleh BNI Sekuritas adalah EBA-SP SMF BTN 01 Kelas A berating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan kupon bunga 8,6 persen per tahun dengan denominasi Rp100.000.

EBA-SP SMF-BTN01 Kelas A tercatat pada bursa efek pada tanggal 3 Desember 2015 dengan tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP Kelas A pada tanggal 7 Maret 2022, namun diperkirakan akan lunas lebih awal.

Baca juga: Hingga Oktober 2018, SMF Salurkan Dana KPR Rp 45,34 Triliun

Lebih lanjut Ananta menuturkan, Program EBA- SP Ritel dilaksanakan bertujuan mengembangkan jumlah investor EBA-SP dengan target investor perorangan, memanfaatkan posisi EBA-SP yang sudah ada.

"Dalam hal ini, SMF akan berperan sebagai market maker guna menciptakan pasar sekunder EBA-SP menjadi lebih likuid," sebut dia.

Sebelumnya EBA-SP banyak dimiliki oleh investor institusi seperti Dana Pensiun (Dapen), Asuransi, dan lainnya.

Peluncuran EBA SP Ritel ini merupakan upaya untuk memperluas dan mengembangkan investor base EBA-SP, yaitu para investor potensial seperti generasi milenial dan masyarakat lainnya yang ingin berinvestasi.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X