"Markas Avengers" di Merauke Ini Telan Biaya Rp 89,9 Miliar

Kompas.com - 16/11/2018, 06:09 WIB
Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMonumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua telah rampung 100 persen. Monumen yang dirancang menyerupai "Markas Avengers" tersebut rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (16/11/2018).

Monumen Kapsul Waktu menyimpan Impian Indonesia 2015-2085. Memiliki luas 2,5 hektar, lokasi monumen ini berada dekat dengan Bandara Mopah. Keberadaan monumen ini akan menjadi tengara baru bagi Kota Merauke.

"Secara fisik bangunan sudah 100 persen untuk bisa diresmikan Bapak Presiden besok pagi. Monumen ini menyimpan pesan-pesan dan harapan anak-anak Indonesia untuk 70 tahun ke depan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Kamis (15/11/2018).

Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.

Pembangunan tahap pertama monumen ini dilaksanakan pada 2016, untuk pekerjaan pondasi dengan anggaran Rp 7 miliar.

Sementara, pekerjaan tahap dua dimulai pada Juli 2017 dan selesai pada November 2018 dengan anggaran sebesar Rp 82,9 miliar.

Seluruh anggaran berasal dari anggaran kegiatan Ruang Terbuka Hijau pada DIPA APBN di Direktorat Jenderal Cipta Karya. Bila diakumulasikan, maka jumlahnya mencapai Rp 89,9 miliar.

"Pembangunan monumen Kapsul Waktu menunjukkan perhatian dan penghargaan yang besar dari Presiden Jokowi bagi masyarakat Papua, khususnya bagi Merauke," kata Basuki.

Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.

Digarap oleh PT Nindya Karya selaku kontraktor, monumen ini berisi impian anak-anak Indonesia yang berasal dari 34 provinsi di Tanah Air. Seluruh impian tersebut dikumpulkan pada 2015 lalu.

"Di setiap provinsi, anak mudanya menulis keinginannya 70 tahun ke depan, yang kemudian disimpan di sini, setelah itu dilas, dan akan dibuka tahun 2085 nanti," jelasnya.

Adapun desain dari monumen ini dirancang oleh arsitek prinsipal Yori Antar Awal dengan mengadopsi unsur budaya Papua.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X