Minimalisasi Banjir Indramayu, Pemerintah Kebut Proyek Bendung Karet

Kompas.com - 12/11/2018, 22:00 WIB
Bendung Karet Kali Perawan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Kementerian PUPRBendung Karet Kali Perawan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna meminimalisasi dampak banjir yang kerap melanda wilayah Indramayu, Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR)  telah merampungkan pembangunan Bendung Karet Kali Perawan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur.

Banjir di wilayah ini terjadi akibat pasang surut serta intrusi air laut sehingga menyebabkan air menjadi payau dan tidak lain konsumsi maupun mengairi lahan persawahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada 380 hektar kawasan yang kerap terdampak bila banjir melanda. Area tersebut meliputi Desa Kertawinangun, Desa Ilir dan Desa Soge. Dengan hadirnya bendung ini, diharapkan banjir yang terjadi dapat dikurangi.

Selain itu, bendung ini diharapkan juga dapat menjadi long storage atau tempat penyimpanan air.

Baca juga: Kebutuhan Dana Pembangunan Waduk Jelutung Diperkirakan Rp 3 Triliun

"Pembangunan bendun tidak membutuhkan pembebasan lahan karena menggunakan badan sungainya sendiri. Desain dan konstruksinya lebih sederhana dibandingkan pembangunan bendungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018).

Ia menilai, bendung juga menjadi salah satu cara paling efektif dan efisien dalam mengelola air tawar. Selain itu, biaya pembangunannya pun lebih murah dibandingkan bendungan, yaitu hanya Rp 67,4 miliar.

Basuki menambahkan, saat musim kemarau, pintu bendung akan ditutup sehingga menjadi long storage yang bisa menampung air lebih dari 1 juta meter kubik dan sekaligus mencegah intrusi air laut ke sungai.

Sementara pada musim hujan, pintu bendung akan ditutup hingga ketinggian air mencapai elevasi 1,9 meter, yang kemudian dialirkan ke laut dengan kapasitas 255,18 meter kubik per detik.

Dengan tetap terjaganya debit air di sungai tersebut nanti dapat digunakan untuk mengairi daerah irigasi seluas 2.307 Hektar dan diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah panen dari 2 kali menjadi 3 kali panen dalam setahun.

Selain itu, bendung ini juga dimanfaatkan untuk mengairi daerah perikanan air tawar seluas 200 hektar.

Untuk mengakomodasi kebutuhan para petani garam, akan dibuat saluran khusus mengalirkan air laut ke tambak-tambak garam sepanjang 1 kilometer.

Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lombogia mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan bendung karet tersebut dilakukan sejak Maret 2017 hingga Oktober 2018 oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk.

Basuki menambahkan, bendung yang menggunakan pelindung baja sepanjang 22 meter tersebut, memiliki kelebihan pada masa umur pakai karet yang lebih lama karena terlindungi panel baja.

Selain itu waktu untuk menaikkan dan menurunkan muka air lebih cepat daripada bendung karet tanpa panel baja dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan atau elevasi muka air yang diinginkan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.