Collins Boulevard, Definisi Baru Apartemen Layak Huni bagi Milenial

Kompas.com - 12/11/2018, 20:01 WIB
Presiden Direktur Triniti Land Ishak Chandra (kedua dari kanan) saat menerima penghargaan Asia Property Awards 2018 untuk kategori The Best Condominium, Jumat (12/11/2018). Ishak diapit juri asal Indonesia Doddy A Tjahjadi (kedua dari kiri), Direktur Triniti Land Kevin Jong (kiri), dan Presiden Direktur Triniti Dinamika Samuel Huang (kanan). Dokumentasi PropertyGuruPresiden Direktur Triniti Land Ishak Chandra (kedua dari kanan) saat menerima penghargaan Asia Property Awards 2018 untuk kategori The Best Condominium, Jumat (12/11/2018). Ishak diapit juri asal Indonesia Doddy A Tjahjadi (kedua dari kiri), Direktur Triniti Land Kevin Jong (kiri), dan Presiden Direktur Triniti Dinamika Samuel Huang (kanan).

Bahkan, selama tujuh tahun berturut-turut hingga 2017, kota terbesar kedua di Australia ini menduduki posisi teratas.

Taman dan ruang terbuka hijau terdapat di setiap sudut kota, mengintegrasikan transportasi publik dari dan ke, serta intra kota, dilengkapi pusat pendidikan macam University of Melbourne, dan Deakin University, dan fasilitas lainnya seperti perpustakaan kota, pusat belanja, dan pusat kesehatan.

Ekologi perkotaan inilah yang menjadikan Melbourne sebagai salah satu kota tujuan mahasiswa Indonesia untuk studi.

Baca juga: Ini Alasan Orang Indonesia Beli Properti di Melbourne...

Tak mengherankan, jika menurut data Kedutaan Besar Australia, hingga 2017 lalu, arus mahasiswa Indonesia yang belajar ke Australia mengalami pertumbuhan signifikan.

“Pendaftaran dari Indonesia ke seluruh lembaga pendidikan Australia, mulai dari universitas hingga pusat pelatihan vokasional, mencapai lebih dari 20.000," tulis laman resmi www.indonesia.embassy.gov.au

Kondisi Melbourne yang modern, namun tak mengabaikan tradisi penghijauan serta ekologi kota yang ramah bagi seluruh kalangan, diadopsi oleh Triniti Land dalam mengembangkan Collins Boulevard.

Saat ini, Triniti Land sedang membangun lansekap tahap pertama sepanjang 220 meter dengan lebar 4 meter.

Dengan demikian, dalam tiga tahun mendatang saat properti terbangun, area lansekap sudah terbentuk hijau dan rindang.

Untuk tahap kedua, nantinya total akan terbentuk lansekap sepanjang 220 meter dengan lebar 8 meter pada trotoar yang ada di depan proyek.

Selain itu, akan disediakan pula fasilitas co-working space untuk mengakomodasi gairah berwirausaha dan berbisnis mandiri para pengusaha rintisan atau startup

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X