Konstruksi Restoran Bawah Laut Terbesar Dunia Segera Rampung

Kompas.com - 12/11/2018, 08:00 WIB
Berada lima meter di bawah permukaan laut Norwegia, restoran yang dibangun sepanjang 36 meter ini dirancang oleh firma arsitek asal Norwegia, Snøhetta. 
MIR and Snøhetta Berada lima meter di bawah permukaan laut Norwegia, restoran yang dibangun sepanjang 36 meter ini dirancang oleh firma arsitek asal Norwegia, Snøhetta.

KOMPAS.com - Konstruksi restoran bawah laut Eropa pertama sekaligus yang paling besar di dunia akan segera selesai.

Berada lima meter di bawah permukaan laut Norwegia, restoran yang dibangun sepanjang 36 meter ini dirancang oleh firma arsitek asal Norwegia, Snøhetta.

Firma ini juga tekah merancang beberapa bangunan menakjubkan di antaranya, Bibliotheca Alexandria di Mesir, Oslo Opera House, National September 11 Memorial Pavilion, serta renovasi Times Swuare di New York.

Kelak jika rampung, restoran yang diberi nama Under, ini mampu menampung 100 pengunjung di area seluas 500 meter persegi. Restoran akan dibuka pada April 2019 mendatang.

Bangunan restoran terbagi menjadi tiga lantai. Masing-masing lantai akan menyajikan pemandangan bawah laut kepada pengunjung melalui jendela selebar 11 meter.

Jalan masuk menuju ke restoran MIR and Snøhetta Jalan masuk menuju ke restoran

Lebih dari separuh bangunan terendam di dalam air. Sedangkan pengunjung nantinya dapat masuk ke restoran melalui jalan kaca yang menjembatani pintu masuk dengan pantai.

Arsitek senior Snøhetta, Rune Grasdal memaparkan, desain restoran yang mereka rancang sebenarnya mirip dengan tabung beton yang dilengkapi dengan satu jendela utama.

Dari jendela ini, para tamu akan menikmati pemandangan ekosistem bawah air. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan, termasuk lobster dan anjing laut.

Salah satu hal yang paling penting adalah cahaya. Karena berada di kedalaman laut utara yang beriklim sub tropis, arsitek harus memastikan keberadaan cahaya pada saat musim dingin.

Untuk itu, Grasdar dan timnya menggunakan kain putih untuk menutupi dinding. Sementara pencahayaan dari dalam ruangan diredam agar tidak menghasilkan pantulan di jendela.

proses konstruksiAldo-Amoretti proses konstruksi

Pantulan dari dalam ruangan yang sangat terang dapat mengganggu pemandangan pengunjung yang ingin melihat suasana bawah laut.

"Ini adalah hal ajaib untuk dapat berada di dalam ruangan besar seperti ini dan melihat laut melalui jendela besar," ujar Grasdal kepada CNN.

Proses konstruksi sendiri berlangsung selama enam bulan di sebuah tongkang dekat pantai. Bangunan tersebut kemudian ditempatkan di posisinya saat ini, dengan menggunakan alat berat.

Halaman:



Close Ads X