Pemerintah Prioritaskan Pendaftaran Tanah di Kota Besar

Kompas.com - 09/11/2018, 13:30 WIB
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A DjalilKementerian ATR/BPN Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah ingin mendaftarkan seluruh tanah di Indonesia, tetapi prioritas pendaftaran ada di kota-kota besar. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dalam sambutannya di acara Monitoring dan Evaluasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jakarta.

Lebih lanjut, Sofyan menyebutkan, ada beberapa kotamadya dan kabupaten di Indonesia yang tanahnya sudah terdaftar secara lengkap.

"Di antaranya Solo dan Magelang di Jawa Tengah, lalu ada Kabupaten Badung di Provinsi Bali. Tahun depan insya Allah seluruh wilayah Provinsi Bali sudah terdaftar," ujar Sofyan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (9/11/2018).

"Selain itu, yang bersengketa dapat kita selesaikan, yang kurang dokumennya bisa kita selesaikan, yang kurang pas letak tanahnya bisa kita cocokkan," imbuh dia.

Baca juga: Tanah Negara Akan Diubah Jadi Hunian bagi ASN dan TNI/Polri

Sofyan juga mengapresiasi atensi jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyukseskan program PTSL.

Pada acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihak Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh PTSL.

"Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran Rp 120 miliar untuk tahun anggaran 2018 dan Rp 64 miliar untuk tahun anggaran 2019. Anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan sertifikasi bidang tanah di Jakarta," ucap Anies.

Dia menambahkan, selain digunakan untuk proses sertifikasi, anggaran tersebut juga digunakan untuk biaya operasional pendukung, monitoring, evaluasi, serta administrasi.




Close Ads X