Proyek Jembatan Tumbang Samba Telan Rp 285 Miliar - Kompas.com

Proyek Jembatan Tumbang Samba Telan Rp 285 Miliar

Kompas.com - 07/11/2018, 12:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan rombongan ketika berada di pabrik Wika Beton, di Subang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan rombongan ketika berada di pabrik Wika Beton, di Subang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Jembatan Tumbang Samba di Kalimantan Tengah merupakan infrastruktur yang diharapkan membantu konektivitas di jalur Trans-Kalimantan.

Jembatan yang dibangun dengan biaya Rp 285 miliar ini nantinya terbentang sepanjang 843 meter dan menjadi jembatan terpanjang di jalur lintas tengah Kalimantan.

"Biaya totalnya Rp 285 miliar melalui kontrak multiyears 2017-2019. Ini adalah jembatan terpanjang di jalur lintas tengah Kalimantan," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pembuatan jembatan itu, di Subang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Agustus 2019 Fungsional, Proyek Jembatan Tumbang Samba Dipercepat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) membangun jembatan penghubung Desa Telok dan Desa Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalteng, tersebut

Basuki mengatakan, ada tiga jalur konektivitas di Kalimantan, yaitu jalur selatan, tengah, dan perbatasan.

Jalur lintas selatan sepanjang 1.900 kilometer, jalur lintas tengah 1.100 kilometer, dan jalur perbatasan sekitar 1.900 kilometer. Ketiga jalur itu diharapkan tersambung pada 2019.

"Kalau jembatan ini sudah terpasang, llintas tengah semua tersambung, hanya tinggal jembatan yang pendek-pendek," imbuhnya.

Pengerjaan Jembatan Tumbang Samba di pabrik Wika Beton, di Subang, Jawa Barat.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Pengerjaan Jembatan Tumbang Samba di pabrik Wika Beton, di Subang, Jawa Barat.

Manfaat dari keberadaan Jembatan Tumbang Samba diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan industri di sekitarnya.

"Akses tengah itu meliputi perkebunan, pertambangan, dan pertanian. Posisi itu yang manfaatnya digali untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Basuki.

Dia menambahkan, sekarang ini yang berkembang baru di jalur selatan, sedangkan di jalur utara dan tengah masih tertinggal.

Nantinya Jembatan Tumbang Samba bisa membantu kelancaran transportasi yang menunjang kegiatan perekonomian di jalur Trans-Kalimantan, sama seperti di Trans-Jawa.

Saat ini salah satu tahap pembuatan jembatan itu dilakukan di pabrik Wika Beton di Subang, Jawa Barat.

Menurut rencana, pada akhir Desember 2018 sudah rampung dikerjakan dan pada Januari 2019 bisa dikirim ke lokasi Jembatan Tumbang Samba.



Close Ads X