Mengambang di Atas Tanah, Jalan Akses ke Patimban Gunakan "Pile Slab" - Kompas.com

Mengambang di Atas Tanah, Jalan Akses ke Patimban Gunakan "Pile Slab"

Kompas.com - 06/11/2018, 20:47 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek jalan akses ke Pelabuhan Patimban, Selasa (6/11/2018) di Subang, Jawa Barat.Kompas.com / Erwin Hutapea Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek jalan akses ke Pelabuhan Patimban, Selasa (6/11/2018) di Subang, Jawa Barat.

SUBANG, KOMPAS.com - Dalam pengerjaan jalan akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggunakan teknis khusus.

Pasalnya, posisi jalan akses ini tidak sejajar atau menempel langsung ke tanah, tetapi mengambang di atas tanah.

Maka dari itu, Kementerian PUPR dan kontraktor yang bertugas membangun jalan tersebut menggunakan pile slab atau tiang penyangga untuk membuat jalan itu bisa melayang.

"Konstruksinya pakai pile slab, seperti jembatan. Jadi elevated tapi agak rendah untuk mengamankan tanah di bawahnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau ke lokasi, di Subang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Kementerian PUPR Genjot Pembebasan Lahan Akses Patimban

Posisi jalan yang mengambang bertujuan agar sawah yang ada di bawah jalan itu tidak habis karena pembangunan jalan.

Selain itu, kalau posisi jalan berada sejajar dengan tanah, biasanya setelah pembangunan selesai akan diikuti dengan didirikannya rumah, warung makan, atau tempat usaha lain.

Perkembangan proyek jalan akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.Kompas.com / Erwin Hutapea Perkembangan proyek jalan akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.
"Supaya tidak termakan untuk pengembangan area. Kalau langsung ke tanah pasti di sampingnya dibangun rumah, warung, dan lain-lain karena orang dengan mudah masuk dan keluar jalan. Dengan cara ini, sawah bisa diamankan, konstruksi juga tidak mahal," jelas Basuki.

Adapun dana yang digunakan untuk pembiayaan jalan akses ini sebesar Rp 1,12 triliun melalui kucuran investasi dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Basuki menambahkan, Kementerian PUPR dan kontraktor sekarang sedang mengetes kedalaman tiang pancang yang dimasukkan ke tanah.

Kedalamannya bervariasi, mulai 20 meter sampai 30 meter, tergantung kondisi tanah di titik tersebut.

Sebelumnya diberitakan, jalan yang menghubungkan antara jalur pantura dan Pelabuhan Patimban itu secara keseluruhan dirancang sepanjang 8,2 kilometer.

Pengerjaannya dimulai pada Agustus 2018 dan hingga saat ini masih dalam fase pembebasan lahan secara bertahap.

Adapun kontraktor yang mengerjakan yaitu Shimizu Corporation, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Bangun Cipta Kontraktor. Menurut rencana, proyek ini akan diselesaikan pada akhir 2019. 



Close Ads X