Kompas.com - 02/11/2018, 21:05 WIB
Ilustrasi kemacetan jakarta Arimbi RamadhianiIlustrasi kemacetan jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan suatu kawasan memerlukan perencanaan yang matang. Alih-alih menghadirkan suatu tatanan kota modern, perencanaan yang asal-asalan justru akan membuat suatu wilayah semrawut.

Dalam konteks pembangunan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jabodetabek, diperlukan sinergi antar-setiap pemangku kepentingan.

Pembangunan pun harus saling terintegrasi agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah satu dengan yang lain.

"Kalau kita bicara urban development, setiap kepala daerah itu harus duduk bersama untuk merencanakan pembangunan dalam 25 tahun ke depan," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat diskusi bertajuk The Next 30 Years of Urban and Real Estate Development in Indonesia di Universitas Tarumanegara, Jumat (2/11/2018).

Selama ini, ia menambahkan, paradigma yang terbangun yaitu daerah yang berada di sekitar Jakarta, hanyalah menjadi penyangga ibu kota.

Padahal, bila dilihat dari tingkat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), wilayah-wilayah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan Jakarta.

Hubungan antar-daerah yang terbangun pun menjadi kurang maksimal. Sebagai contoh, ketika berbicara hubungan Jakarta-Bekasi, maka yang teringat hanyalah soal pengelolaan sampah di Bantar Gebang.

Sementara, bila berbicara hubungan antara Jakarta-Kabupaten Tangerang, maka yang teringat hanya terkait sodetan Sungai Ciliwung-Cisadane.

"Memang, antara Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, kalau Bekasi kenapa-kenapa, Jakarta akan terasa juga. Begitu juga di Bogor. Jadi, dampak Jakarta terhadap daerah mitra ini sangat tinggi sekali," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tarumanegara Agustinus Purna Irawan menilai, perencanaan pengembangan kawasan yang matang diperlukan guna mengatasi stagnasi pembangunan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.