Kompas.com - 26/10/2018, 20:30 WIB
Nanjing Vertical Garden Stefano Boeri ArchitettiNanjing Vertical Garden

KOMPAS.com - Hutan vertikal merupakan model dari bangunan hijau berkelanjutan yang bisa menjadi salah satu solusi perubahan iklim.

South China Morning Post memberitakan, arsitek asal Italia, Stefano Boeri merancang bangunan residensial yang juga merupakan hutan vertikal pertama di Asia. Bangunan ini didirikan di Kota Nanjing, China.

Selain berfungsi layaknya gedung kebanyakan, bangunan ini juga berfungsi sebagai hutan kota. Lebih lanjut, bangunan di China ini akan lebih luas dibanding dengan saudaranya di Milan.

Gedung yang sedang dalam proses konstruksi ini, dirancang untuk menyerap karbon dioksida sebesar 25 ton per tahun.

Selain itu, tanaman yang berada di dalam bangunan juga akan memproduksi 60 kilogram oksigen per hari.

Nanjing Vertical ForestStefano Boeri Architetti Nanjing Vertical Forest
Gedung sekaligus hutan vertikali di Nanjing ini akan dibangun lebih tinggi dibanding bangunan serupa di Milan.

Bangunan ini akan menjulang dengan ketinggian 200 dan 108 meter, dan akan dilengkapi dengan 1.100 pohon serta 2.500 buah tanaman gantung dan semak belukar.

Pohon yang akan ditanam nantinya berasal dari 23 jenis tanaman.

Tentu kemampuan bangunan ini akan menjadi salah satu solusi bagi polusi dan radiasi yang menjadi masalah utama di kota-kota besar.

Tak hanya tanaman, Boeri juga akan menempatkan 20 jenis burung di dalam bangunan. Sehingga gedung ini nantinya akan menjadi ekosistem bagi berbagai jenis makhluk hidup.

Sebelumnya, Boeri juga merancang bangunan sekaligus hutan vertikal di Milan dan Eindhoven.

Rencananya, proses konstruksi gedung ini akan selesai pada akhir 2019 mendatang.

Lalu bagaimana cara memasang berbagai macam tanaman di dalam fasad bangunan?

Untuk ini, Boeri menggunakan jenis tanaman yang tidak terlalu berat, namun juga tidak terlalu riangan agar tak tercabut saat angin kencang. Bahkan, Boeri juga menggunakan tanah asli sebagai media tanamnya.

Milan

Di Kota Milan, Boeri merancang dua buah gedung serupa di tengah kota. Setiap gedung dibangun dengan ketinggian 112 dan 80 meter.

Gedung ini dilengkap dengan 480 buah tanaman berukuran besar dan sedang, serta 300 tanaman berukuran kecil.

Tak hanya tanaman, gedung yang dinamai Bosce Verticale ini juga dilengkapi habitat burung dan seangga, sehingga menciptakan ekosistem taman yang lengkap.

Berdiri setinggi 112 dan 80 meter, gedung ini memiliki 480 tanaman berukuran besar dan sedang, serta 300 tanaman berukuran kecil. www.archdaily.com Berdiri setinggi 112 dan 80 meter, gedung ini memiliki 480 tanaman berukuran besar dan sedang, serta 300 tanaman berukuran kecil.
Keragaman tumbuhan juga menciptakan iklim mikro yang menghasilkan kelembaban, menyerap karbon dioksida, serta menghasilkan oksigen. Selain itu, habitat unik yang diciptakan juga mampu melindungi penghuni dari radiasi dan polusi.

Untuk menjaga agar pohon tidak jatuh dan terhempas angin, vegetasi tanaman ditambatkan dengan menggunakan kawat baja.

Selanjutnya, Boeri juga akan menempatkan berbagai macam tanaman di sepanjang fasad bangunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Berita
Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Berita
Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Kawasan Terpadu
Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Kawasan Terpadu
Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Berita
Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Konstruksi
Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Perumahan
'Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya'

"Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya"

Kawasan Terpadu
Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips
BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

Berita
Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Apartemen
1.000 Rumah Tak Layak Huni di Kendal Siap Diperbaiki

1.000 Rumah Tak Layak Huni di Kendal Siap Diperbaiki

Perumahan
Fokus Tangani Covid-19, Waskita Bantah Ada Kenaikan Gaji Karyawan

Fokus Tangani Covid-19, Waskita Bantah Ada Kenaikan Gaji Karyawan

Berita
Gubernur NTT: Konstruksi Bangunan Harus Tahan Gempa dan Bencana

Gubernur NTT: Konstruksi Bangunan Harus Tahan Gempa dan Bencana

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Kecuali Cijago, Tol JORR II Bakal Tersambung Akhir 2021

[POPULER PROPERTI] Kecuali Cijago, Tol JORR II Bakal Tersambung Akhir 2021

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X