Kompas.com - 25/10/2018, 21:30 WIB

"Untuk pemasangan listrik dan pembayarannya akan dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM dan PLN. Pasti ada kebijakan tersendiri untuk membantu pengungsi," imbuh Basuki.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, proses menghuni huntara itu akan dilakukan secara bertahap tanpa menunggu semua unit selesai dibangun.

Tujuannya untuk mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda yang kondisinya kurang layak dan sebentar lagi akan memasuki musim hujan.

Nantinya huntara dibangun dengan sistem klaster di lima zona dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan lahan dan keamanan lokasi dari dampak gempa.

Baca juga: Pembangunan Huntara Ditargetkan Rampung Dua Bulan

Setiap klaster terdiri dari 10 unit huntara (120 bilik). Selain itu, akan dibangun pula satu sekolah PAUD dan SD, tempat sampah, ruang terbuka untuk kegiatan warga, serta tempat parkir sepeda motor.

Mengenai konstruksi, huntara juga dirancang tahan gempa dan bisa mengakomodasi cuaca Kota Palu yang panas karena berada di garis khatulistiwa. Konstruksinya menggunakan baja ringan dengan dinding berbahan glassfiber reinforced cement (GRC).

 "Kami buat senyaman mungkin karena digunakan dalam jangka waktu cukup lama untuk 1 hingga 2 tahun sambil menunggu sampai relokasi hunian tetap yang dibangun Pemerintah selesai," tutur Arie.

Adapun pembersihan kota sudah selesai sekitar 65 persen, tetapi kondisi dan tingkat kesulitan yang dihadapi di setiap area berbeda.

Sedangkan untuk rehabilitasi fasilitas publik, ujar Arie, Kementerian PUPR saat ini sedang menyelesaikan laporan verifikasi teknis atas kondisi kelayakan bangunan untuk digunakan.

Dari hasil verifikasi misalnya RSUD Anutapura, kondisi strukturnya sudah tidak bagus dan rusak berat harus diganti bangunan baru.

Sementara RSUD Undata kerusakannya ringan, jadi hanya perbaikan-perbaikan arsitektural jadi sudah diaudit semua.

"Lalu ada Kampus IAIN yang terkena tsunami, hanya satu bangunan yang rusak berat, yakni Gedung Dakwah lama yang roboh dan akan dibangun baru," jelas Arie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.