Pembangunan Jembatan Babin Masih Dikaji

Kompas.com - 25/10/2018, 19:27 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan fly over Simpang Kabil dengan anggaran dana sekitar Rp350 miliar. Dimana dana itu bersumber dari APBN 2019 mendatang. KOMPAS.COM/ HADI MAULANAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan fly over Simpang Kabil dengan anggaran dana sekitar Rp350 miliar. Dimana dana itu bersumber dari APBN 2019 mendatang.

BATAM, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) baru akan memasuki tahap kajian.

"Kalau tidak ada perubahan, studi kelayakannnya akan kami lakukan pada tahun 2019 mendatang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kamis (25/10/2018) di Batam.

Menurut Basuki, presentasi mengenai Jembatan Babin ini sudah dilakukan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

Baca juga: Anggaran Naik, Fly Over Simpang Kabil Telan Rp 350 Miliar

Ada banyak manfaat yang bisa dipetik masyarakat, selain bisa mengurai kemacetan, juga menumbuhkan ekonomi.

Karena itu, kata Basuki, Kementerian PUPR punya komitmen kuat membangun Jembatan Babin.

Dalam studi nanti, akan dicari titik-titik mana saja yang bisa dijadikan sebagai pondasi dari jembatan tersebut.

"Detail Engineering Design (DED) Jembatan Babin sudah ada. Namun begitu, kami akan kembali melakukan studi untuk memastikannya, berhubung jembatan ini lumayan panjang," jelas Basuki.

Nurdin Basirun menambahkan, pembangunan Jembatan Babin sangat diharapkan, karena keberadaannya dapat mendukung pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, setelah selesai dibangun.

"BP Batam juga akan mendorong pertumbuhan kegiatan KEK di Tanjung Sauh, sejalan dengan aktivitas di Pelabuhan Batuampar," cetus Nurdin.

Selain membuka akses darat dari Batam ke Pulau Bintan, Jembatan Babin ini juga diharapkan mampu memajukan perekonomian di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X