Kompas.com - 22/10/2018, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus mematangkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) agar pelaksanaannya nanti berjalan sesuai rencana.

Tapera merupakan program penyimpanan dana jangka waktu tertentu yang dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, ada tiga hal yang ditekankan dalam pelaksanaan Tapera.

"Tiga hal itu yakni pemanfaatan untuk pembiayaan perumahan, pemupukan untuk pengembangan, dan pencadangan kalau ada klaim," ujar Khalawi dalam pembukaan Diskusi Bersama Media dengan tema "Tapera sebagai Sumber Dana Jangka Panjang untuk Pembiayaan Perumahan", di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Baca juga: Nama Calon Pengurus BP Tapera Segera Diajukan ke Presiden

Dia mengatakan, Tapera dibentuk untuk mengakomodasi MBR dapat memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Selain itu, kemampuan pemerintah menyediakan rumah bagi MBR juga terbatas.

"Harapannya MBR bisa mewujudkan impian mereka punya rumah. Kalau mengharapkan bantuan dari pemerintah tidak cukup," ucap Khalawi.

Maka dari itu, pemerintah melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pun mencari terobosan dengan mengajak pihak swasta, perbankan dan pengembang.

Masyarakat juga didorong untuk mengembangkannya lewat komunitas masing-masing.
Dengan demikian, diharapkan semakin banyak orang yang bisa menabung dan memiliki akses untuk mempunyai rumah.

Khalawi menambahkan, sejak program Tapera keluar pada tahun 2016, progresnya saat ini masuk tahap penetapan komisioner dan deputi komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Untuk menetapkannya, dibuat komite yang terdiri dari Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja, Otoritas Jasa Keuangan, dan unsur profesional.

Namun, perkembangannya terlambat dari jadwal semula dengan alasan pemerintah juga sibuk melakukan penanganan pasca-bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Selanjutnya belum bisa dipastikan kapan komisioner dan deputi komisioner itu akan terbentuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.