Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Berkali-kali Ganti Investor, Tol Bocimi Segera Diresmikan

Kompas.com - 19/10/2018, 23:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peresmian Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) segera menemui titik terang. Setelah sempat mangkrak dan gonta-ganti investor, pekerjaan untuk Seksi 1 ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 kilometer akhirnya rampung dan siap diresmikan Presiden Joko Widodo Oktober 2018.

"Ada dua (yang akan diresmikan), Bocimi dan Pejagan-Pemalang," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di kantornya, Jumat (19/10/2018).

Meski baru Seksi 1, ia meyakini,  kehadiran tol sepanjang 54 kilometer itu akan memberikan dampak signifikan dalam mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.

"Untuk hindari kemacetan yang parah kita sudah bisa lewat yang 15 kilometer itu," kata dia.

Baca juga: Sedianya, Seksi 3 dan 4 Tol Pejagan-Pemalang Diresmikan Hari Ini

Tol Bocimi terbagi ke dalam empat seksi. Seksi 2 Cigombong–Cibadak sepanjang 11,98 kilometer, Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,7 kilometer dan Seksi 4 Sukabumi Barat–Sukabumi Timur sepanjang 13,05 kilometer.

Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Seksi 3 dan 4 ruas tol yang diambil alih PT Waskita Toll Road pada 2015 lalu itu masih menunjukkan angka 0 persen baik untuk pembebasan lahan maupun konstruksi.

Sementara untuk pembebasan lahan Seksi 2 baru mencapai 20,63 persen dan 0 persen untuk pekerjaan konstruksi.

Kendati belum menunjukkan progres signifikan, Basuki optimistis, pembebasan lahan tidak akan butuh waktu lama.

"Enggak (lama), kalau ini kan dengan UU yang baru, dengan investor yang sudah berjalan, mudah-mudahan enggak ada. Dulu kan ada perubahan investor, karena perubahan 4 kali itu," ujarnya.

Pembangunan tol ini sedianya dimulai pada 1997. Namun karena proses pembebasan lahannya yang sulit, akhirnya pembangunan pun mangkrak.

Tak hanya itu, kepemilikan saham PT Trans Jabar Tol, selaku pengelola jalan tol ini, juga sempat berpindah-pindah. Mulai dari Konsorsoum Bukaka Teknik Utama, Bakrie Group, hingga MNC Group.

Namun karena tak kunjung menunjukkan perkembangan signifikan, Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu akhirnya memerintahkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, melalui anak usahanya, Waskita Toll Road, mengambil alih proyek ini.

Sejak diambil alih pada 2015 lalu, kini pekerjaan proyek ini menunjukkan perkembangan positif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+