Kasus Apartemen LA City, Pengamat Ingatkan Konsumen Lebih Jeli

Kompas.com - 17/10/2018, 20:30 WIB
Apartemen LA City di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dok LA CityApartemen LA City di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran PT Bayu Gemilang Realty (BGR) sebagai investor yang berminat mengambil alih PT Spekta Properti Indonesia (SPI) dalam kelanjutan pembangunan proyek apartemen LA City di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menimbulkan harapan baru para konsumen.

Kabar itu terungkap dalam rapat lanjutan mengenai penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT SPI di Pengadilan Niaga Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Kasus apartemen LA City mencuat akibat SPI tidak bisa memenuhi kewajibannya menyelesaikan pembangunan apartemen.

Meski demikian, wanprestasi pengembang menurut pengamat properti Erwin Kallo sulit dihindari karena banyak faktor dan penyebab.

Baca juga: Konsumen LA City Minta Investor Perbaiki Proposal Penawaran

Oleh karena itu, Erwin menegaskan, masyarakat harus lebih teliti lagi ketika akan membeli properti.

Hal yang perlu diperhatikan antara lain reputasi dan kredibilitas pengembangnya, kondisi proyek, lokasi, dan harga yang ditawarkan.

"Konsumen harus jeli melihat kondisi proyek dan developer-nya. Jangan hanya terpengaruh harga dan promosi," kata Erwin menjawab Kompas.com, Selasa (16/10/2018).

Menurut Erwin masalah wanprestasi susah untuk dikendalikan, termasuk melalui regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sebab, tambahnya, regulasi pemerintah juga ada yang kontraproduktif, tetapi dia tidak menyebutkan secara rinci.

Pengambilalihan

Terkait BGR yang berniat mengambil alih SPI, menurut Erwin, merupakan praktik yang biasa dan seharusnya sudah melalui perhitungan bisnis yang baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X