Konsumen LA City Minta Investor Perbaiki Proposal Penawaran

Kompas.com - 16/10/2018, 14:30 WIB
Rapat lanjutan mengenai PKPU terhadap PT Spekta Properti Indonesia (SPI) selaku pengembang proyek apartemen LA City di Pengadilan Niaga Jakarta, Selasa (16/10/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEARapat lanjutan mengenai PKPU terhadap PT Spekta Properti Indonesia (SPI) selaku pengembang proyek apartemen LA City di Pengadilan Niaga Jakarta, Selasa (16/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Rapat lanjutan mengenai penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT Spekta Properti Indonesia (SPI) selaku pengembang apartemen LA City kembali digelar di Pengadilan Niaga Jakarta pada Selasa (16/10/2018).  

Hasil rapat memutuskan perpanjangan waktu dua minggu bagi PT Bayu Gemilang Realty (BGR) agar memperbaiki proposal yang diajukan sebagai investor yang berminat mengambil alih kepemilikan SPI di LA City. 

“Ini rapat lanjutan yang menghadirkan PT BGR  yang mengaku sudah melakukan due diligence pada proyek LA City. Mereka merasa masih ada prospek,” ucap anggota tim pengurus, Sabar M Simamora, saat ditemui Kompas.com, Selasa (16/10/2018) di Jakarta. 

Baca juga: Kasus Apartemen LA City, Konsumen Sepakat Perpanjang Waktu Tunggu

Dalam proposal itu, PT BGR  mengajukan dua  jenis penawaran kepada para kreditor atau konsumen LA City. Penawaran pertama yaitu berupa pengembalian uang atau cash refund.

Uang yang akan dikembalikan kepada kreditor sebesar 90 persen tanpa PPN dari uang yang diterima perusahaan. 

Pembayarannya akan dilakukan secara bertahap 10 kali (10 bulan) tanpa denda/penalti/bunga (haircut), dengan masa tenggat atau grace period tiga bulan.

Penawaran kedua yaitu melanjutkan serah terima unit apartemen sesuai ketentuan yang dibuat oleh PT BGR.

Setelah mengetahui kedua penawaran itu, para kreditor merasa belum puas dan mereka meminta PT BGR agar melengkapi proposal itu secara lebih rinci.

Kelengkapan yang diminta antara lain jumlah uang yang harus dibayar dan jangka waktu pembayaran.

Selain itu, kreditor juga meminta PT BGR memberikan profil perusahaan, dokumen resmi, kondisi keuangan, dan data lain yang menyangkut perusahaan tersebut.

“Mereka belum bisa terima karena masih merasa rugi, baik kontan maupun lanjut. Misalnya kontan apa bisa ditawar enam bulan. Kami belum tahu legalitas BGR, profilnya, apakah betul-betul perusahaan properti, keuangannya bagaimana, dan lain-lain. Kami minta dilengkapi,” jelas Sabar.

Waktu untuk melengkapi berbagai permintaan itu diharapkan selesai dalam dua minggu ini dan selanjutnya akan diadakan kembali rapat berikutnya untuk membahas kelengkapan tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X