Pasar Properti Bali Masih "Flat" - Kompas.com

Pasar Properti Bali Masih "Flat"

Kompas.com - 10/10/2018, 19:00 WIB
Ilustrasishutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan hunian strata dan servis di Bali tidak akan serta merta meningkat, kendati Pulau Dewata ini menjadi tuan rumah IMF-World Bank pada 8-14 Oktober 2018, ataupun gelaran internasional lainnya.

Head of Head of Residential JLL Luke Rowe mengutarakan pendapatnya kepada Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

" Pasar properti, terutama hunian strata dan servis masih flat. Pertemuan IMF-World Bank tidak berpengaruh sama sekali. Semua justru akan sangat bergantung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019," ujar Luke.

Baca juga: Pertemuan IMF-WB Tak Berpengaruh Signifikan Pada Sektor Properti

Menurut Luke, kontestasi politik masih sangat menentukan. Karena pembeli properti di Bali didominasi oleh investor. Bukan pengguna akhir atau end user.

Karakter investor adalah penuh perhitungan, butuh kepastian dan keamanan investasi, selain tentu saja potensi keuntungan tinggi.

Tidak seperti end user yang rentan terhadap kenaikan suku bunga dan harga, investor justru sensitif terhadap gonjang-ganjing politik. Mereka akan menunda investasinya usai Pemilu.

"Jika Pemilu usai, sektor properti akan membaik. Yang pertama bangkit tentu saja residensial," tambah Luke. 

Berdasarkan riset JLL Indonesia, secara umum Bali Utara makin dilirik. Tidak hanya oleh wisatawan, melainkan juga investor. 

Bali Utara, terutama kawasan Singaraja kian diincar karena memiliki magnit kuat dalam hal harga tanah yang masih murah. 

Harga tanah di kawasan Singaraja masih berada pada kisaran Rp 1 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi.

Bandingkan dengan kawasan Seminyak di Bali Selatan yang sudah bertengger di angka Rp 10 juta hingga Rp 30 juta per meter persegi.

Dari segi investasi, Bali Utara menawarkan potensi keuntungan tinggi buat investor, meskipun kunjungan turis masih sedikit.

Namun justru kondisi seperti ini membentuk pasar spesifik. Bahwa turis yang berkunjung ke Singaraja berbeda dengan ke Seminyak atau kawasan lainnya.

 

 

 


Terkini Lainnya

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Berita
Samira Residence Terjual 70 Persen

Samira Residence Terjual 70 Persen

Perumahan
Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Hotel
Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Berita
Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

BrandzView
Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Berita
Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Berita
Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Berita
Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Berita
Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Berita
Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Arsitektur
Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Hunian
29 IMB Meikarta Belum Disahkan

29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Berita
Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Berita
Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Berita

Close Ads X