Kompas.com - 05/10/2018, 22:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah rentetan bencana alam mengguncang wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya, pemerintah mulai menyiapkan rencana pembenahan tata ruang daerah terdampak. Terkait hal ini, beberapa usulan pembenahan kota pun mencuat.

Khusus untuk korban yang terkena likuefaksi, Kepala Bagian Humas Kementerian ATR/BPN Harison Mocodompit mengatakan, ada rencana pemerintah untuk merelokasi warga dari lokasi sebelumnya.

"Sesuai arahan pemerintah, kemungkinan besar akan dipikirkan soal relokasi karena lokasi tersebut sudah berbahaya untuk permukiman" tutur Harison menjawab Kompas.com, Jumat (5/10/2018).

Baca juga: Kementerian ATR Usulkan Relokasi untuk Korban Likuifaksi

Harison menambahkan opsi relokasi warga terdampak likuefaksi harus didahului dengan kajian geologi dan zonasi tata ruang serta mitigasi bencananya.

"Relokasi berarti lokasi baru, sertifikat baru. Bisa menggunakan metode land consolidation atau yang lainnya sesuai kondisi di daerah bencana," tutur Harison.

Untuk sertifikasi tanah, Harison mengatakan warga korban likuefaksi masih bisa mendapatkan haknya atas lahan mereka. Masyarakat juga akan mendapatkan sertifikat baru.

"Jika area pengganti cukup leluasa soal luasan tentu tidak akan kurang (luas tanah) dari sebelumnya," ucap Harison.

Presiden Jokowi saat mendatangi lahan lapang yang dulunya adalah komplek perumahan di Petobo, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Komplek perumahan itu habis tertimbun lumpur akibat adanya likuefaksi pasca gempa hebat di kota Palu.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Presiden Jokowi saat mendatangi lahan lapang yang dulunya adalah komplek perumahan di Petobo, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Komplek perumahan itu habis tertimbun lumpur akibat adanya likuefaksi pasca gempa hebat di kota Palu.
Metode land consolidation, lanjut Harison memang sudah didesain untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Metode ini juga termasuk dengan penataan ruang lengkap dengan fasilitas umum serta fasilitas khusus yang dibutuhkan.

"Bahkan dengan kualitas lingkungan yang lebih baik ke depannya," imbuh dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.