Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/09/2018, 16:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2018-2021 Ahmad Djuhara menuturkan, selama ini peran dan tanggung jawab arsitek terhadap pembangunan kota di Indonesia tidak maksimal.

Hal itu terlihat dari kurang dilibatkannya arsitek dalam desain konstruksi berbagai proyek infrastruktur kota.

Menurut Djuhara, pemerintah justru lebih banyak melibatkan perusahaan kontraktor dalam merancang, dan membangun infrastruktur dan fasilitas publik.

Padahal, ada peran dan tanggung jawab arsitek yang lebih luas untuk kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, harus lebih digiatkan lagi.

Baca juga: Rencana Ahmad Djuhara Membawa IAI 3 Tahun ke Depan

“Praktik-praktik yang selama ini lazim perlu ditinjau lagi. Pembangunan kota itu otoritas dan tanggung jawab arsitek juga. Kota-kota kita kebanyakan yang mengerjakan desainnya itu kontraktor, bukan arsitek,” ujar Djuhara saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (23/9/2018).

Jika dibandingkan dengan kota lain di negara maju, area publik seharusnya dirancang oleh arsitek.

Menurut Djuhara, pembangunan suatu kota harus melibatkan arsitek karena memiliki kemampuan profesional yang bisa memberikan masukan dan pandangan terhadap infrastruktur dan fasilitas publik.

Dengan demikian, kota akan terlihat lebih terencana, teratur, dan terjaga karena sejak awal pembangunannya sudah dipikirkan bersama mengenai berbagai hal.

Sejumlah warga saat bermain di Taman Film, Kota Bandung. KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Sejumlah warga saat bermain di Taman Film, Kota Bandung.
Djuhara mencontohkan, beberapa ruang publik yang harus didesain dengan benar, misalnya bangunan, stasiun kereta, ruang terbuka hijau, serta trotoar atau jalur pedestrian.

“Proyek pembangunan kota harus pakai arsitek yang benar. Kota bisa benar kalau didesain dengan benar juga. Pemerintah harus paham, harus dibantu arsitek. Ruang publik harus didesain dengan benar sehingga kota jadi lebih beradab,” jelasnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+