JAKARTA, KOMPAS.com – Musyawarah Nasional XV Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tahun 2018 memutuskan Ahmad Djuhara terpilih kembali sebagai Ketua Umum IAI periode 2018-2021.
Djuhara mengalahkan dua calon lainnya, yakni Bambang Eryudhawan dan Ahmad Syaifudin.
Penghitungan perolehan suara calon ketua umum IAI itu dilakukan pada Sabtu (22/9/2018) di Hotel Prama Grand Preanger, Bandung, Bawa Barat.
Panitia pemilihan menyediakan tiga jalur pemungutan suara, yaitu melalui aplikasi mobile, situs web, dan SMS.
Baca juga: IAI Bantah Jumlah Pemilih Ketua Umum Baru Menurun
Secara keseluruhan, ada 4.300 daftar pemilih tetap dari sejumlah provinsi, wilayah, dan perwakilan.
“Alhamdulillah pemilihan berjalan lancar dan baik. Terkumpul 1.268 suara sah dan 321 suara tidak sah,” ujar Sekretaris Jenderal IAI Zaki Muttaqin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/9/2018).
Dia menambahkan, para pemilih memberikan tanggapan yang baik terhadap cara pemungutan suara melalui tiga jalur tersebut.
Meskipun demikian, ada sejumlah kendala teknis yang dialami, yakni menyangkut koneksi internet.
“Respons pemilih atas pola e-vote baik meskipun ada beberapa kendala akibat jaringan internet yang belum merata,” ucap Zaki.
Mengutip laman resmi IAI, hasil pemungutan suara menunjukkan Djuhara memperoleh 641 suara atau 50,55 persen, Bambang Eryudhawan mendapatkan 389 suara atau 30,68 persen, dan Ahmad Syaifudin menggaet 238 suara atau 18,77 persen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.