"Rumah Separuh", Solusi Dana Cekak Bangun Rumah - Kompas.com

"Rumah Separuh", Solusi Dana Cekak Bangun Rumah

Kompas.com - 19/09/2018, 16:30 WIB
Dari ide ini, dia mulai membangun rumah setengah jadi. Sehingga kelak, mereka yang menempatinya mampu membangun sisa luas rumah saat sudah memiliki dana.Elemental Dari ide ini, dia mulai membangun rumah setengah jadi. Sehingga kelak, mereka yang menempatinya mampu membangun sisa luas rumah saat sudah memiliki dana.

KOMPAS.com - Alejandro Aravena merupakan arsitek yang memiliki ide membuat rumah tinggal separuh dari ukuran rumah normal. Tujuannya adalah untuk membuat rumah layak bagi semua orang. 

Dalam sebuah video yang diunggah Guardian Culture di portal YouTube, Anavera mengatakan, hunian ini merupakan salah satu investasi bagi keluarga.

Dari ide ini, dia mulai membangun rumah setengah jadi. Sehingga kelak, mereka yang menempatinya mampu membangun sisa luas rumah saat sudah memiliki dana.

Arsitek peraih penghargaan Pritzker 2016 ini juga mengungkapkan, dia ingin membangun rumah yang bukan hanya sekedar proyek sosial semata, namun juga mampu menambah nilai dan menjadi investasi bagi penghuninya.

"Kami mengidentifikasi beberapa desain rumah yang mampu meningkatkan nilai proyek sosial ini sekaligus berfungsi sebagai investasi," ujar Anavera.

Awal proyek

Proyek ini berawal pada 2010, ketika gempa bumi dan tsunami melanda pantai selatan Chile. Ketika pembangunan kembali dimulai, Aravena dan firma arsitekturnya mengusulkan untuk membangun rumah dengan tipe baru.

Tidak seperti proyek rehabilitasi rumah setelah bencana pada umumnya, rumah yang dirancang Aravena ini masih menyisakan petak kosong di salah satu bagian. Petak ini memang dibiarkan kosong agar kelak dapat dimanfaatkan oleh penghuninya.

Sepanjang rehabilitasi tersebut terdapat 9.000 buah rumah yang dibangun kembali. Rumah dua lantai tersebut memiliki luas 57 meter persegi. Penghuni bisa memperluas bangunan menjadi 85 meter persegi.

Hunian ini memang dirancang hanya separuh. Sehingga penghuni bisa menambahkan luas sesuai keinginan dan ketersediaan dana.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa rumah sudah bertrasformasi menjadi hunian keluarga. Lahan kosong di samping rumah sudah dibangun sesuai dengan keinginan dan kepribadian penghuninya.

Rumah-rumah serupa sudah dibangun di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Ghana, Thailand, dan Meksiko.

Solusi 

Halaman kosong rumah sudah berkembang sesuai dengan kepribadian penghuninya. Elemen Halaman kosong rumah sudah berkembang sesuai dengan kepribadian penghuninya.
Populasi global diperkirakan akan meningkat dari 7,2 miliar menjadi 9 miliar. Pertumbuhan ini tentu membutuhkan banyak ruang bagi tempat tinggal.

Namun satu yang jadi permasalahan adalah ketersediaan ruang dan biaya. Banyak keluarga membangun rumah seadanya dan dengan biaya terbatas. Hal ini kadang menghasilkan banyak rumah-rumah kumuh di perkotaan.

Hunian model ini menurut, Aravena mampu menjadi solusi bagi keluarga yang memiliki kekurangan dana untuk membeli rumah jadi. 

"Apa yang harus kita perhatikan di perkampungan kumuh, adalah mereka bukan bagian dari masalah namun merupakan solusi, ketika dana yang tersedia tidak cukup untuk membangun hunian standar," jelas Aravena.



Close Ads X